DLH Gencar Sosialisasikan Perbub Nomor 23 Tahun 2019

DLH Gencar Sosialisasikan Perbub Nomor 23 Tahun 2019

foto: Sosialisasi Perbup Belitung nomor 23 tahun 2019 tentang tata cara penerapan sanksi pelanggaran atas larangan membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan atau disediakan di Kantor Camat Tanjungpandan, Kamis (15/08) lalu.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dari 9 jadwal yang direncanakan, terhitung hingga 15 Agustus 2019 sudah empat kali Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung menggelar kegiatan sosialisasi terhadap Peraturan Bupati (Perbub) Belitung nomor 23 tahun 2019.

RajaBackLink.com

Hal ini sebagaimana dikatakan Plt Kepala DLH Kabupaten Belitung Edi Usdianto dalam sosialisasi yang dilaksanakan di Kantor Camat Tanjungpandan, Kamis (15/8) kemarin. “Ini sudah empat kali. Pertama di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung, terus di Kecamatan Tanjungpandan, Kecamatan Badau, dan hari ini di Kecamatan Tanjungpandan kembali,” jelasnya.

Baca Juga:  Babinsa Motivasi Peternak Lele, Teguh Hasilkan Rejeki Melimpah

Sebagaimana diketahui, Perbub Belitung Nomor 23 tahun 2019 ini tentang tata cara penerapan sanksi pelanggaran atas larangan membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan atau disediakan.

Sosialisasi ini dilakukan DLH Belitung bersama-sama dengan instansi terkait lainnya yang tergabung dalam Tim sosialisasi Perbup OTT meliputi, DLH Kabupaten Belitung, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung dan bagian Hukum Setda Kabupaten Belitung.

Menurut pria yang akrab disapa Edu ini, jumlah peserta yang hadir setiap sosialisasi sekitar 100 orang. Jumlah ini terdiri dari perangkat desa dan perangkat-perangkat lainnya. “Pegawai kades/lurah, LPM, BPD, RT dan RW, kadus, kaling, tokoh masyarakat, dan Per desa/lurah 25 orang. Sekali pertemuan minimal 100 peserta,” terangnya.

Baca Juga:  Polres Belitung Bagikan Ratusan Takjil Gratis

Sejauh ini menurut Edu, tanggapan dari masyarakat sangat baik, mereka mendukung dan siap melaksanakan Perbup tersebut. Hal ini tentu saja dilandasi atas kepedulian pada kebersihan dan keindahan Kabupaten Belitung. “Mereka mendukung upaya itu, bahkan mereka meminta RT untuk punya jalur khusus lapor ke posko pengaduan,” tandasnya.

Tidak sekedar sosialisasi, Edu sangat berharap kegiatan ini berjalan efektif. Untuk selanjutnya peran aktif dari peserta yang hadir dalam sosialisasi agar menjadi kepanjangan tangan untuk memberikan pengatahuan ke masyarakat di lingkungan desa maupun Rukun Tangga (RT) setempat.

“Kita berharap partispasi dan peran aktif perangkat desa/kelurahan sampai ke RT untuk dapat mensosialisasikan perbup ini. Untuk Belitung yang berseri, mari galakan program Jumat barokah dan Minggu berseri,” ajaknya.(dod)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply