Sosialisasikan Partisipasi Pemilih

by -

MANGGAR – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengadakan sosialisasi partisipasi pemilih, yang difasilitasi Desa Lalang Jaya, Jum’at (27/11) kemarin. Komisioner KPUD Beltim, Suro M Siregar dan Rizal menjadi narasumber dalam sosialisasi yang dihadiri sekitar 70 orang warga.

Usai kegiatan, Komisioner KPUD Beltim, Suro M Siregar menjelaskan, sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada pemilih yang ada di desa.

“Tiap-tiap desa kita anggarkan untuk melaksanakan sosialisasi partisipasi pemilih, selain diadakan di tingkat Kecamatan dan Kabupaten,” ungkap Suro, kepada Belitong Ekspres, Jum’at (27/11) kemarin.

Menurut Suro, sosialisasi yang dilaksanakan Desa Lalang Jaya sangat berguna bagi pemilih. Karenanya, ia berharap kegiatan serupa juga dilaksanakan di desa-desa lainnya.

“Desa Lalang Jaya setahu kami baru ini melaksanakan sosialisasi, yang kita diminta menjadi narasumber. Untuk desa lainnya kita tidak tahu karena memang tidak pernah diundang menjadi narasumber,” ujar Suro.

Dalam sosialisasi partisipasi pemilih Desa Lalang Jaya, undangan yang hadir cukup bervariasi. Antara lain pemilih pemula, lansia, pemilih perempuan termasuk lansia yang terganggu penglihatan.

Kebanyakan peserta menanyakan pelaksanaan pemilu yang jauh dari kesan semarak. Bahkan sebagian mereka tidak mengenal pasangan calon secara utuh dengan alasan kurang banyak sosialisasi.

“Mereka banyak bertanya, rasanya sekarang tidak seperti pemilu dulu. Dulu ramai sekarang sepi, kami mau kenal calon susah,” katanya menirukan beberapa pertanyaan peserta.

Masih menurut Suro, rasa ingin tahu masyarakat terhadap pelaksanaan pemilukada sebenarnya sangat tinggi. Ini dibuktikan dengan pertanyaan yang disampaikan dan keinginan mengetahui seberapa jauh kenal calon.

“Atas pertanyaan yang muncul, kami jawab bahwa letak tanggungjawab bukan hanya penyelenggara tetapi peserta pilkada juga kita harapkan ikut juga mensosialisasikan,” sebut Suro.

Keaktifan peserta pilkada (pasangan calon, red) terutama berkaitan dengan menyampaikan waktu, tanggal dan hari pelaksanaan melalui bentuk-bentuk kampanye mereka. Sementara, KPUD tentu punya keterbatasan waktu jika diharuskan menjelaskan secara detil peserta pilkada.

“Memang saat sosialisasi kita sampaikan siapa calonnya, ini visi misinya. Tapi kita tidak menguraikan lebih jauh karena bukan hanya tanggungjawab kita. Kita justru lebih memprioritaskan bagaimana cara mencoblos, sosialisasi tanggal pelaksanaan dan lain-lainnya. Itu saja tidak terasa hampir 3 jam kita jelaskan,” papar Suro.

Ia menambahkan, sosialisasi partisipasi pemilih harus diperbanyak mengingat waktu pelaksanaan semakin dekat.

“Mereka antusias ingin tahu, respon mereka banyak bertanya, mereka antusias ingin mengetahui. Itu reaksi cukup antusias, kita harapkan partisipasi pemilih untuk datang ke TPS akan tinggi. Mari datang ke TPS pada tanggal 9 Desember dan berikan hak pilih,” tandasnya. (feb)