Stakeholder Diminta Miliki Kemampuan Antisipasi Bencana

Simulasi kesiapan KSB yang diikuti masyarakat Desa Sukamandi Kecamatan Damar.

Simulasi kesiapan KSB yang diikuti masyarakat Desa Sukamandi Kecamatan Damar.

belitongekspres.co.id, DAMAR – Bupati Beltim Yuslih Ihza meminta stakeholder terkait penanggulangan bencana agar memiliki kemampuan mengidentifikasi, menganalisa dan mengambil tindakan pencegahan dan mitigasi bencana. Hal tersebut disampaikan Yuslih saat menghadiri apel dan simulasi Kampung Siaga Bencana di Desa Sukamandi Kecamatan Damar, Sabtu (20/7). “Sampai saat ini masih banyak kelemahan kita dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana,” ujar Yuslih.

RajaBackLink.com

Turut hadir menyaksikan simulasi Kampung Siaga Bencana, Wakil Bupati Beltim Burhanudin, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Beltim Ida Lismawati, pimpinan OPD, Muspika Damar, serta stakeholder terkait lainnya.

Bupati Yuslih juga mengakui Kabupaten Beltim tergolong kedalam daerah yang rawan bencana. Seperti bencana banjir besar yang pernah terjadi beberapa tahun lalu, tepatnya pertengahan tahun 2017. Hasil pemetaan saat itu, beberapa wilayah menjadi titik langganan musibah banjir mengingat tingginya debit air.

Baca Juga:  Wabup Ingatkan Semua Pegawai untuk Nyoblos

“Dengan semakin meningkatnya intensitas bencana dan keragamannya maka upaya penanggulangan bencana perlu ditangani secara komprehensif, multi sektor, terpadu dan terkoordinasj antara Pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten dan masyarakat,” ujar Yuslih.

Yuslih mengatakan penyelenggaraan penanggulangan bencana juga bukan semata-mata tanggungjawab pemerintah. Masyarakat juga harus mampu berperan aktif dalam penanggulangan bencana. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana harus mulai membiasakan diri melaksanakan kegiatan yang mampu mengurangi resiko bencana.

Baca Juga:  Kasus Perampokan Bersenpi Masih Jadi PR

Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara memelihara lingkungan, melatih diri dalam mendeteksi bencana dan melatih kemampuan jika terjadi bencana. Pemerintah sendiri telah menyiapkan penanggulangan bencana dengan pembentukan Kampung Siaga Bencana.

“Kampung Siaga Bencana atau disingkat KSB merupakan salah satu upaya dan komitmen Kementerian Sosial RI dalam melaksanakan penanggulangan bencana bidang bantuan sosial berbasis masyarakat.

“Dengan KSB diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat untuk lebih siap dalam menghadapi kerentanan dan resiko bencana. Melalui KSB, masyarakat dituntut aktif dan selalu berlatih sesuai seksi atau kepengurusan KSB,” kata Yuslih.

“Saya ingatkan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan harus melibatkan semua pihak,” tandasnya. (msi)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply