banner 728x90

Status Geopark Belum Jelas, Bupati Beltim Angkat Bicara

Life at ease with amazing nature| Leebong island
Status Geopark Belum Jelas, Bupati Beltim Angkat Bicara

Menpar Arief Yahya saat memimpin rapat membahas Geopark Pulau Belitong yang dihadiri Bupati Beltim Yuslih Ihza, dan Bupati Belitung Sahani Saleh.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Status geopark pulau Belitong yang belum jelas, membuat Bupati Beltim Yuslih Ihza angkat bicara. Menurut Yuslih, saat menghadiri rapat Unesco di Lombok NTB beberapa waktu lalu, perwakilan BP Geopark Pulau Belitong sama sekali tidak diberi kesempatan membela diri.

“Informasinya (geopark) Belitong, ditangguhkan dengan alasan dalam peta tidak ada garis batas dan tidak diberi kesempatan membela, entah waktu mepet atau alasan lainnya,” ungkap Yuslih saat diwawancarai Belitong Ekspres, Rabu (18/9) kemarin.

Anehnya, kata Yuslih, beberapa negara (pengajuan status geopark) bermasalah justru diberikan kesempatan berbicara. “Malah untuk salah satu negara masuk (pembahasan), kita tidak. Jadi kita merasakan tidak adil. Tapi katanya (keputusan) belum hasil rapat mereka, pernyataannya tahun depan. Dalam waktu dekat mereka ada rapat kembali,” kata Yuslih.

Menurut Yuslih, keluhan terkait status geopark Pulau Belitong sudah disampaikan pada saat bertemu Menteri Pariwisata, Arif Yahya, Senin (16/9) lalu. Dalam pertemuan itu, Menteri Arif mendapat masukan agar berkirim surat ke Unesco berdasarkan paparan Bupati Beltim, Bupati Belitung dan BP Geopark pulau Belitong.

Rapat yang juga diwarnai silang pendapat akhirnya sepakat untuk terus melakukan upaya mendorong percepatan geopark pulau Belitong. “Kemarin kita rapat, saya hadir bersama BP Geopark Belitong. Ada Menteri Pariwisata Arif Yahya dan juga dari Menteri Maritim membahas apa yang sudah dibahas Unesco di Lombok yang juga membahas masalah Belitong dan beberapa negara lain yang ikut mengajukan,” jelas Yuslih.

“Saya sudah sampaikan, kemarin ada silang pendapat juga terutama dari Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco, seakan-akan kalau protes akan tidak membuat rasa nyaman. Saya jawab kita tidak boleh diam, menerima saja, saya tekankan,” imbuhnya.

Ia berharap, BP Geopark pulau Belitong tidak putus asa atas penangguhan. Minimal, surat yang dikirimkan ke UGGp dan perwakilan Unesco Geopark di Indonesia akan memperoleh balasan berupa penjelasan.

“Saya minta teruslah dilakukan upaya berkirim surat. Pertama, terus terang kalau Global Geopark Belitong ditunda, penundaannya sampai kapan. Kedua, selama ini kita sudah cukup berusaha dan semangat tinggi, mungkin kalau seperti ini akan membuat semangat menjadi patah. Saya tidak lagi berpikir untuk UGG kalau kedepan masih seperti ini,” tukas Yuslih.

Hal sama juga diungkapkan oleh Bupati Belitung Sahani Saleh. Sanem sapaan akrab Sahani, ia meminta agar bukan hanya Kemenpar yang mengirimkan surat ke UNESCO, tapi dapat dibantu pejabat tinggi perwakilan Indonesia di UNESCO, Arief Arief Rachman.

“Alhamdulillah permintaan kita ditanggapi jadi bukan hanya Pak Menteri yang mengirimkan surat tapi juga dari perwakilan kita di UNESCO. memang kalau bisa dikirim langsung dua-duanya biar serangan kita kuat,” kata Sanem.

Menpar Arief Yahya akan Turun Tangan

Sebelumnya, Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyatakan akan turun langsung membantu BP Geopark Belitong untuk memperjuangkan status UNESCO Global Geopark (UGG), yang sempat tertunda saat sidang Council UNESCO di Lombok, akhir Agustus 2019 lalu.

Kementerian Pariwisata akan segera mengirimkan surat pemberitahuan ke UNESCO terkait batasan atau boundries yang beberapa waktu lalu dianggap jadi penyebab ditundanya status pemberian UBB Pulau Belitong. Isinya penekanan bahwasannya masalah garis batas yang jadi permasalahan akan segera diperbaiki.

“Masalah batasan itu kan sudah dimasukkan dalam dossier dan itu bisa dibilang minor (kekurangan kecil) yang bisa langsung diperbaiki,” kata Arief saat memimpin rapat dengan seluruh Deputi di Kementerian Pariwisata, Selasa (17/9).

Rapat ini dihadiri Bupati Beltim , Yuslih Ihza, Bupati Belitung Sahani Saleh serta pengurus BP Geopark Belitong. Menpar menggelar rapat ini menanggapi surat permohonan dengar pendapat yang dikirimkan BP Geopark Belitong dan Bupati Belitung dan Beltim.

Diakui Arif ia tak pernah menyangka bahwa status UGG Belitong akan ditunda, apalagi menurutnya nilai dossier yang diberikan bagi UGG Belitong sangat tinggi bahkan di atas proposal usulan UGG daerah lain di Indonesia.

“Terus terang kita kecolongan, saya gak menyangka bakal ditunda hanya gara-gara masalah batasan, padahal di dossier (proposal) sudah jelas-jelas ada batasan itu,” sesal Arief.

Menurutnya status UGG sangat penting bagi Belitong. Apalagi Belitong merupakan 10 destinasi wisata baru atau “Bali Baru” yang akan dipromosikan oleh Kementerian Pariwisata di dunia internasional.

“Tujuan saya memang Belitong harus segera mendapatkan status UGG ini biar kita enak jualannya di luar (manca negara),” tandas Menpar Arief Yahya.

Ketua Tim Percepatan 10 Destinasi Kementerian Pariwisata, Hiramsyah menambahkan, Geopark Belitong merupakan salah satu yang terbaik. Bahkan saat Menteri Pariwisata ke Kantor Pusat Geopark di Perancis memaparkan tentang Geopark Belitong. “Proposal Geopark Belitong salah satu contoh dossier terbaik malah. Makanya suratnya akan langsung kita kirim kan,” tutur Hiramsyah.

(rel/ Muchlis Ilham | belitongekspres.co.id)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply