Status Siaga 1 Karhutla Belitung Hingga November

Status Siaga 1 Karhutla Belitung Hingga November

RajaBackLink.com

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kabupaten Belitung ditetapkan menjadi Status Siaga 1 Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Status Siaga 1 kasus kebakaran ini diperkirakan akan berlangsung lama. Itu mengingat intensitas spot api meningkat tajam di musim kemarau.

“Sebenarnya sudah ditetapkan sejak Agustus awal. Tapi yang direkomendasikan untuk penambahan personil ini sejak tanggal 20 kemarin,” kata Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Belitung Saiman kepada Belitong Ekspres, Kamis (22/8) kemarin.

Saiman menjelaskan, berdasarkan perkiraan BPBD Provinsi Bangka Belitung (Babel) status siaga 1 ini akan berakhir hingga September mendatang. Bahkan kemungkinan hingga bulan November, karena curah hujan belum begitu tinggi.

“Dengan siaga satu ini kami semua personil Pol PP, terutama bidang penanggulangan bencana dan kebakaran sudah disiagakan di Pos Damkar. Selain itu, juga ada tambahan dari TNI AD untuk membackup pelayanan kebakaran tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:  DLH Beltim Tak Punya Data Kerawanan Kebakaran

Saiman menjelaskan, kasus kebakaran hutan dan lahan akhir-akhir ini sangat banyak, sehingga pihaknya memerlukan tambahan tenaga (personil) armada dan lain-lain. Dengan demikian penanganan kebakaran bisa maksimal.

“Seperti tanggal 20 kemarin, ada 11 titik kebakaran hutan dan lahan tapi hanya 9 yang dapat kami tangani. Itu antara lain permasalahanya memang kekurangan armada dan juga mungkin personil sudah kelelahan,” tuturnya.
Selanjutnya, pihak Damkar merasa kekurangan sumber air untuk penanganan beberapa titik kebakaran hutan dan lahan di luar kecamatan Tanjungpandan, Belitung. Makanya dia mohon partisipasi masyarakat setempat untuk menunjukan sumber air tersebut.

Baca Juga:  Sudah 71 Kasus Kebakaran, Beltim Belum Terapkan Status Siaga

“Mari sama-sama kita tingkatkan kepedulian, jangan hanya menunggu dari armada kami saja. Lakukanlah antisipasi yang dapat dilakukan untuk mengecilkan api, dan membantu agar api jangan sampai melebar,” himbau Saiman.
Selama ini dikatakan Saiman, untuk wilayah Tanjungpandan sumber air dibantu dengan adanya kolong keramik, dan juga juru sebrang. Namun, untuk di luar kecamatan Tanjungpandan, tim pemdam kesulitan mendapatkan sumber air itu.

“Kami agak miris juga kalau sudah keluar Tanjungpandan. Seperti kemarin kebakaran dekat Hotel Santika, alhamdulilah masih ada danau di sekitar Pantai Tanjung Tinggi itu. Tapi, kalau di tempat-tempat lain kami belum ada gambaran sumber airnya dimana,” tandas Saiman.

(Doddy – belitongekspres.co.id)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply