Status Tanah Sport Centre Belum Jelas

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Komitmen Pemda Masih Dipertanyakan.

TANJUNGPANDAN-Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung dalam membangun sarana olahraga serta potensi kepemudaan di Kabupaten Belitung, rupanya masih perlu dipertanyakan. Pasalnya, usulan pembangunan sport centre (pusat olahraga,red) hingga kini status tanahnya belum jelas.
Hal tersebut terungkap saat rapat dengar pendapat (hearing) Komisi III DPRD Belitung bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Belitung Senin (16/2) kemarin di ruang Rapat DPRD Belitung.
Kepala Dinas Dispora Rafeli mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung untuk pengalokasian aset tanah milik Pemda seluas 60 hektar, guna pembanguan sport center di Desa Perawas. “Sampai hari ini pun,kami (Dispora-Red) belum tau secara jelas bagaimana bentuk kepastiannya,” katanya.
Rafeli menyebutkan, rupanya lahan yang diminta ini, kejelasan statusnya masih perlu dipertanyakan. Sebab, kata dia, tanpa lahan yang statusnya tidak jelas. Itu akan menghambat program perencanaan pembangunan. “Kami (Dispora, Red) tak bisa menyusun perencanaan. Jika, status lahan belum ada kejelasan. Dan Kalau hanya persoalan birokrasi, kami akan siap menanganinya,” paparnya.
Selain itu, fasilitas olahraga di Kabupaten Belitung masih belum bisa memancing orang untuk lebih mengembangkan dan meningkatkan bakat dirinya. “Kepemudaan dan karang taruna, juga kondisinya belum mampu memenuhi skala prioritas. Dan ini (masalah pemuda dan karang taruna, red) merupakan bagian dari tanggung jawab kami,” ujarnya.
Dia menambahkan, meski olahraga bukan sebuah prioritas. Namun, pihak dinas pemuda dan olahraga akan mengupayakan agar setiap kecamatan di adakan sarana tersebut. “Kita (Dispora Belitung, red) ingin membangun sport center yang betul-betul lengkap fasilitas di dalamnya,” tukas mantan pendidik ini.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Belitung Isyak Meirobie yang menjadi pimpinan dalam rapat tersebut menyatakan, sangat miris melihat situasi yang kerap terjadi di pemerintah Kabupaten Belitung ini. Pasalnya, setiap pergantian rezim kepemimpinan baru. Hanya menyisakan persoalan lama yang tidak tuntas terselesaikan. “Ini menunjukkan pimpinan eksekutif tidak serius dalam menjalankan programnya. Buktinya, ganti kepala daerah ulang lagi programnya,” kritiknya.
Fenomena ini, kata politisi yang akrab di sapa Cak Robie ini, menunjukkan bahwa tidak adanya program perencanaan pembangunan yang dilakakukan secara sustainability (berkesinambungan,red). “Artinya, meskipun tidak dibangun dalam sekaligus. Tetapi, paling tidak dalam setiap pergantian pimpinan. Bisa dilanjutkan lagi oleh pucuk pimpinan yang baru,” jelasnya.
Di sisi lain, terkait soal lahan untuk pembangunan Sport centre. Cak Robie menyebutkan, pemerintah Kabupaten Belitung belum lama ini sedang menawarkan lahan ratusan hektar kepada pengusaha Beijing. “Untuk pembangunan sport centre saja, tidak bisa. Tandanya, itu tidak suka sama olahraga,” ketusnya.
Padahal, kata dia, metode yang paling cocok untuk menuangkan ide kreativitas dan inovasi bagi para pemuda yakni, adanya sarana olahraga.  “Saat ini, banyak negara yang memanfaatkan sarana olahraga sebagai peningkatan pendapatan asli daerah (PAD-nya),” tutup politisi yang diamanahi gelar sebagai Datuk amanah negeri itu.
Ketua Komisi III DPRD Belitung H Artiansyah yang akrab disapa Pak Go juga menyatakan,
status lahan yang belum tuntas sampai saat ini, nampaknya tak masuk di akal alias  irasional. “Masa, iya semua tanah di Belitung di kuasai oleh PT Timah. Lantas, Pemda tidak bisa bekerjasama. Mungkin, kalau soal dana. Saya kira, pemerintah pusat tidak akan mempermasalahkan itu,” tukasnya. (mg2)

Baca Juga:  Bulan Depan, Pembuang Sampah Sembarangan di Belitung akan Dipidana

Rate this article!
Tags:
author

Author: