Stoper ini Merasa Prestasinya Tak Dihargai

by -

TANJUNGPANDAN- Habis manis sepah dibuang. Mungkin itulah kata yang pas mengambarkan sosok Hendra, Stoper andalan Tim Sepakbola Porprov Belitong tahun lalu. Pasalnya, sejak Pekan Olahraga Provinsi ini usai, nasibnya ditelantarkan oleh Pemerintah Kabupaten Belitung.

Lebih ironisnya lagi, pria asal Badau ini dicoret saat seleksi Pol PP tahun lalu. Seperti yang diketahui, pria 21 tahun ini membawa Belitong menjadi juara tiga di Porprov 2015 di Beltim. Bahkan, pria yang baru saja melepas masa lajangnya ini sempat mengalami patah dibagian bahu saat membela Belitung.

“Kadang saya merasa iri. Bayangin saja di Beltim, atlet yang berprestasi diberi pekerjaan di Pemda. Sedangkan saya, tes Pol PP dicoret, tanpa alasan yang jelas, padahal saat tes, kondisi kebugaran saya diatas rata-rata,” ujar Hendra kepada Belitong Ekspres, Minggu (6/9) kemarin.

Dirinya berharap, pemerintah memperhatikan nasib atlet usai berlaga di kejuaraan yang dapat mengharumkan nama daerah. Meski ia tidak diperlakukan tidak adil oleh pemerintah, pria tangguh ini mengaku ikhlas dengan semua derita tersebut.

“Alhamdulilah saya sudah bekerja walau menjadi Satpam. Saat ini saya fokus untuk bekerja. Namun, saya tetap bangga bisa membawa Belitung menjadi juara tiga di Pekan Olahraga Provinsi,” pungkasnya. (kin)