Subari Cs Ditemukan 13 Mil dari Pantai

by -

// Lima ABK KM Rezeki Laut Selamat

foto A.
SUNGAILIAT – Upaya pencarian anggota DPRD Pangkalpinang Ahmad Subari dan rekannya Renjana Reno serta dua nelayan lainnya, yang sempat hilang kontak sejak Minggu (3/5) akhirnya membuahkan hasil, kemarin (4/5). Tim gabungan terdiri dari HNSI Bangka, DKP Bangka, Basarnas, Lanal Babel, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Sungailiat, Polair Polda Babel serta Polair Polres Bangka yang menyisir lokasi menemukan keduanya terombang ambing diantara perairan karang kering dan karang timah yang berjarak 13,9 mil dari bibir pantai.
Sebelumnya, pencarian keduanya memang membutuhkan waktu. Setelah sempat dikabarkan hilang kontak, tim langsung bergerak menyusuri perairan Bangka hingga tengah malam. Namun sayangnya upaya pencarian tak membuahkan hasil. Pencarian baru menemukan titik terang saat Renjana berhasil menghubungi salah satu rekannya di Pangkalpinang dan mengabarkan keberadaannya, Senin (4/5) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.
Dari informasi itu lah, tim langsung bergerak cepat. Tim pertama yakni tim Basarnas bersama Polair Polda Babel bergerak dari Pelabuhan Pangkal Balam dengan menyisir perairan karang kering, Air Anyir, Rebo hingga sejumlah perairan yang ada di Bangka. Sementara itu, tim lainnya yang bergerak dari dermaga perkasa Air Kantung Sungailiat menggunakan perahu nelayan setempat bersama Satpolair Polres Bangka, Lanal Babel dan Ketua HNSI Bangka bergerak hendak menyisir lokasi karang timah.
Namun lagi-lagi kendala melanda. Sebelum tiba di perairan karang timah, perahu yang digunakan malah mengeluarkan kepulan asap. Melihat kondisi itu, Ketua HNSI Bangka Ridwan.,A.Md berinisiatif meminta bantuan DKP Bangka dengan menggunakan kapal cepat Elang Laut. Butuh waktu selama satu jam hingga Elang Laut berhasil melakukan penjemputan. Tampak Kadis DKP Bangka Harrie Patriadi, ikut dalam pencarian.
Seketika tim yang dipimpin Kadis DKP didampingi Ketua HNSI ini tiba di jarak 7 mil dari muara Air Kantung Sungailiat, tim pun berjumpa dengan tim Basarnas dan tim dari Polair Polda Babel. Dari hasil penelusuran yang dilakukan, masing-masing tim mengatakan jika pencarian yang dilakukan belum membuahkan hasil. Sempat berdiskusi di tengah-tengah laut, akhirnya tim dari Basarnas dan Polair polda Babel meneruskan pencarian sembari menyisir hingga ke tepi pantai. Sementara itu, tim dari Sungailiat memutuskan melakukan pencarian hingga 1 jam kedepan dengan cara menjajal ke arah utara menuju karang timah.
Upaya pencarian pun dilakukan maksimal. Sembari menggunakan teropong dari dalam kapal, tim berusaha membidik setiap perahu yang berada disana guna melihat perahu mana yang terdapat bendera PAN. Pasalnya, pada saat kontak terakhir yang dilakukan oleh Serda Tejo dengan Renjana menyebutkan bahwa ciri-ciri perahu mereka terdapat bendera PAN.
Berbekal petunjuk tersebut, sekitar pukul 12.39 WIB, Brigadir Dika berhasil membidik sebuah perahu yang terombang-ambing di tengah laut. Perahunya mirip dari ciri-ciri yang disebutkan. Tak ingin menduga-duga, kapal cepat Elang Laut milik DKP langsung tancap gas. Setelah di dekati, ternyata perahu tersebut benar ditumpangi Renjana bersama Ahmad Subari serta 2 orang nelayan dengan titik koordinat 10 derajat dari muara kantung serta 13,9 mil dari muara Air Kantung.
Keempatnya pun akhirnya dievakuasi ke dermaga Perkasa Sungailiat dan dibawa ke Mako pos AL Air Kantung Sungailiat guna dimintai keterangan. Pada kesempatan tersebut, Renjana sempat menceritakan jika mereka pergi memancing Sabtu (2/5) melalui pelabuhan Pangkal Balam, Pangkalpinang.
Sekitar pukul 12.00 WIB Sabtu siang, mereka tiba di tiang lampu dekat karang timah. Setelah itu, pancing pun mulai ditebar. Tak lama berselang, mereka hendak berlindung setelah melihat cuaca mulai tak bersahabat. Naasnya, sekitarnya 16.00 WIB, mesin perahu yang hendak dihidupkan tiba-tiba ngadat. Akan hal tersebut, upaya membenahi mesin perahu tak membuahkan hasil.
Ketika hari mulai gelap, hanya kepasrahanlah yang bisa dilakukan. Pasalnya, pada saat itu, upaya untuk meminta bantuan pun terkendala oleh sinyal. Menjelang Minggu pagi keempatnya kembali hanya bisa memasrahkan diri lantaran angin kencang, hujan dan ombak yang mencapai 3 meter. Ransum yang dibawa pun mulai menipis. Oleh keempatnya sudah bertekad jika tim yang melakukan pencarian tak berhasil menemukan mereka, ikan hasil pancingan yang akan dijadikan sebagai pengganti nasi untuk menahan lapar.
“Untungnya pas minggu siang kemarin kami ketemu nelayan bubu dari Kurau. Jorang narik perahu kami hingga ke perairan di luar karang kering. Pas dapet sinyal, langsung minta bantuan ke AL dan Airud,” cerita Reno. Sementara itu, kegelisahan yang sempat menyelimuti keluarga keduanya akhirnya hilang. Pasalnya, pada saat ketua HNSI Bangka mengantarkan Ahmad Subari ke kediamannya yang berada di Pangkalpinang, istri Ahmad Subari langsung memeluk sang suami sembari meneteskan air mata. Begitu pula dengan suasana di kediaman Renjana Reno. Mertua Renjana bersama istrinya yang sudah menanti kedatangannya langsung menyambut sang menantu ini dengan pelukan dan air mata.
Sementara, setelah sempat dikabarkan hilang. Lima Anak Buah Kapal (ABK) KM Rezeki Laut, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Kelimanya ditemukan di perairan Pongok, tepatnya di depan Pulau Kuil, Selasa (4/5) pagi. Meski selamat, tiga diantaranya dalam keadaan kritis karena mengalami luka dibagian lengan dan paha.
Kapolres Basel AKBP U Zainuddin yang memimpin penjemputan mengatakan, kelimanya selamat lantaran ditolong sejumlah nelayan di depan Pulau Kuil, Kepulauan Pongok. “Sekarang kelimanya itu dalam perawatan di Puskesmas setempat,” kata kapolres.
Sebelumnya, KM Rezeki Laut dihantam cuaca buruk, Minggu (3/5) sekitar pukul 05.30 WIB saat mereka menangkap ikan di peraian Karang Hajang, Tanjung Kubu, Kabupaten Basel. Zainuddin menjelaskan bahwa kelima ABK itu ditemukan oleh seorang nelayan bernama Labeo sekitar pukul 08.00 WIB ketika sedang mencari ikan. “Untuk sementara korban masih di rawat dan belum bisa dibawa ke pangkalan pos polair Sadai karena kondisi kesehatan korban belum stabil. Nanti semuanya yang berjumlah 11 orang akan kita ambil keteranganya dulu dan diberikan pengarahan,” tukasnya.
Adapun 5 ABK yang baru ditemukan yaitu Asep selaku Kepala Kamar Mesin (KKM), Andi, Edi, Wiwin, dan Angga. Sedangkan 6 orang rekan lainnya sehari sebelumnya sudah ditemukan. Yakni Dedi, Deni, Ego, Erwin, Bambang dan Sabirin, serta M Rifai yang merupakan nakhoda kapal. Komandan Pos TNI-AL Sadai, Serma Dicky sebelumnya menjelaskan, 6 nelayan yang ditemukan selamat tersebut karena adanya kapal kontainer di peraian Pulau Pongok yang berlindung dari hujan deras hendak menuju Palembang.(rif/bim)