Subari Singgung Perusahaan Berlabel BUMN

by -

//Tidak Mendukung Pemecahan Rekor Hoklopan Terbesar

PANGKALPINANG – Keberhasilan Pangkalpinang mencatatkan namanya di buku rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) bahkan mencetak sejarah dengan rekor dunia Hoklopan terbesar yang diselenggarakan, Minggu (12/4) lalu, menyisakan penyesalan bagi Ketua pengarah kegiatan festival, Achmad Subari.
Ia merasa event pemecahan rekor hoklopan terbesar dengan diameter 2,5 meter yang sudah diupayakan panitia untuk mengangkat nama Ibukota Bangka Belitung (Babel) melalui program Visit Pangkalpinang 2015 itu tanpa didukung penuh oleh para pengusaha.
Subari mengatakan jika event tersebut justru tidak mendapat respon dan dukungan penuh oleh pengusaha kelas kakap yang banyak meraup pundi-pundi rupiah di Bumi Serumpun Sebalai. Bukan hanya pengusaha swasta, ketidakpedulian juga ditunjukkan dari beberapa perusahaan berlebel BUMN.
“Yang paling lucu seluruh Bank BUMN yang ada di Pangkalpinang, hanya Rp 3 juta. Okelah kalau itu tidak masalah dan beberapa perusahan BUMN lainnya tidak sama sekali mendukung. Yang lebih parahnya ada pengusaha yang kami temui, malah memaki kami dan mengatakan kegiatan yang kami lakukan tidak bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Subari, kepada wartawan, Selasa (14/4) kemarin.
Meskipun demikan, Anggota Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang ini mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi, PT Timah, beberapa pengusaha, Kepolisian yang sudah membantu di dalam hal pendanaan, sehingga acara festival Hoklopan bisa berjalan dengan sukses.
“Di sisi lain, kami sebagai panitia pelaksana merasa miris dan prihatin terhadap banyaknya kalangan pengusaha yang selama ini sudah berusaha di Pangkalpinang, ketika ada event atau kegiatan yang membawa nama daerah tidak mau ikut terlibat atau mendukung kegiatan acara ini,” sesalnya.
Lebih lanjut Subari berharap, jalinan kerjasama antara Pemkot dengan para pengusaha dapat terjalin erat, sehingga dapat saling mengisi dan membantu dalam setiap kegiatan. “Kita akan melihat seperti apa kemauan mereka kedepan nantinya. Khususnya yang berhubungan dengan Pemkot Pangkalpinang. Kami ajak untuk mendukung setiap kegiatan yang memang mengangkat tentang Pangkalpinang, sehingga kedepan bisa menjalin hubungan yang baik,” harapnya.
Sementara itu, Taufik, anggota DPRD Kota Pangkalpinang yang ikut dalam kepanitiaan acara dalam acara tersebut pun menyampai hal serupa. Menurut dia, suksesnya acara tersebut berkat dukungan beberapa elemen masyarakat. Namun kata dia, acara yang tidak menggunakan dana APBD itu, tidak didukung penuh oleh pengusaha di Pangkalpinang.
“Kami sangat bersyukur atas terselenggaranya acara ini, meski banyak cemoohan dari pengusaha yang katanya acara yang kami selenggarakan itu tidak berpihak kepada masyarakat. Padahal masyarakat bisa lihat sendiri hasilnya. Acara itu juga bukan hanya memecahkan rekor MURI tapi juga rekor dunia,” kata Taufik.
Politisi PBB itu pun berujar, kepada para pengusaha khususnya yang ada di Pangkalpinang diharapkan tidak hanya mengambil untung saja, setidaknya sedikit ikut membantu setiap event yang digelar di Pangkalpinang, demi kemajuan bersama.
“Ada beberapa perusahaan BUMN yang selama ini banyak mencari keuntungan di sini, tetapi ketika di saat kami datang kemarin ke mereka, malah tidak memberikan apresiasi sama sekali. Inilah yang sangat kita sayangkan, ketika kita berbicara tentang daerah mereka tidak peduli, mereka beralasan menunggu keputusan pusat. Ada juga yang malah memaki kami, padahal dia salah satu pengusaha yang sangat terkenal,” tukasnya. (tya)