Suci Dapat Perhargaan dari DPRD

by -

*Sebagai Paskibraka Nasional yang Mengharumkan Nama Belitong

foto A Penyerahan penghargaan

PENYERAHAN PENGHARGAAN: Ketua DPRD Belitung Taufik Rizani saat menyerahkan piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada Paskibaraka Nasional Suci Pratiwi, karena telah telah mengharumkan nama Belitong. (foto Ade/BE)

TANJUNGPANDAN – Suci Pratiwi mendapat kehormatan diundang pada sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung, Selasa (8/9) kemarin. Suci diundang untuk menerima penghargaan karena telah membawa nama baik Belitong menjadi Paskibraka Nasional tahun 2015.

Siswi SMKN 1 Tanjungpandan ini, menerima piagam penghargaan dan uang pembinaan dari DPRD Belitung, yang diserahkan langsung ketua DPRD Belitung Taufik Rizani. “Ini bentuk perhargaan kami karena telah membawa nama baik Belitong di tingkat nasional, ” ujar Ketua DPRD Belitung Taufik Rizani.

Taufik mengatakan Pemerintah Daerah Belitung harus mulai memperhatikan pelajar yang berprestasi, apalagi telah mengharumkan nama baik Belitong.

Usai menerima perhargaan dari DPRD, Suci menjelaskan, liku-liku sebelum terpilih menjadi paskibrakan tingkat nasional. Siswi kelahiran Tanjungpandan, 27 Oktober 1999 ini bersaing dengan calon Paskibraka seluruh Indonesia. Ia dikirim dengan beberapa temannya dari Belitung. Ia mengaku senang ketika namanya terpilih.

“Rasenye se senang trus dak nyangke juak, soalnya teman dari Belitung semuanya posturnya sama,” kata Suci didampingi ayahnya Ismanto.

Di sana ia diseleksi fisik, kesehatan, latihan baris berbaris, serta wawancara. Sejumlah ujian itu diikutinya dengan baik. Ia merasa bersyukur bisa menjadi paskibraka nasional dan mengharumkan Belitung. Terlebih kepada SMKN 1 Tanjungpandan, karena dari sinilah awal ia bisa berprestasi.

“Saya mengikuti eksul di sekolah. Saya biasanya latihan dengan kawan,” ujarnya.

Yang lebih membanggakan ia terpilih sebagai Ibu Lurah. Dalam Paskibraka, Ibu Lurah diartikan sebagai pemimpin pasukan putri. Predikat ini baru pertamakali diterima oleh Paskibraka asal Belitung.

“Kebetulan saya terpilih sebagai buk lurah, yaitu pemimpin putri. Katanya juga Belitong baru saya yang terpilih. Jadi itulah pengalaman yang paling senang,” kata dia.

Menjadi pasukan paskibraka sebelumnya tak pernah terpikir. Pengalaman yang membekas sempat tiga kali bertemu dan berjabat dengan presiden. Saat pengukuhan di Istana Negara, saat jamuan makan sore, dan sekali di Istana Bogor.

Ia saat itu bertugas saat penurunan bendera merah putih. Dan pada saat pengibaran bendera merah putih ia bertugas sebagai penyambut presiden. Meski demikian, ia mengaku sangat gugup, karena disorot kamera wartawan.

“Kebetulan saya sendiri itu main waktu penurunan, jadi ketika pengibaran sebagai penyambut presidennya,” tukasnya.

Sementara anggota DPRD Belitung Mintet mengapresiasi prestasi Suci. Menurut Mintet hal ini harus diapresiasi oleh pemerintah daerah. Karena efeknya akan menginspirasi pelajar lain untuk berprestasi yang sama.

“Menurut saya pemerintah daerah harus memberikan penghargaan supaya pelajar lain juga berprestasi,” ujarnya. (ade)