Sudah 217 Teroris Berhasil Diringkus

by -
Sudah 217 Teroris Berhasil Diringkus
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

belitongekspres.co.id, JAKARTA – Upaya Polri dalam mengantisipasi aksi terorisme dan menindak para pelaku semakin diintensifkan. Selama lima bulan, Polri berhasil menangkap 217 tersangka terorisme.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya mengintensifkan upaya pencegahan aksi terorisme dan menangkap para pelakuknya. Penangkapan para terduga teroris semakin intensif paskabom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada akhir Maret 2021. Dikatakannya selama lima bulan belakangan telah menangkap 217 tersangka terorisme.

”Kemudian terkait tindak pidana teroris, beberapa waktu yang lalu, telah terjadi pengeboman bunuh diri di Gereja Katedral (Makassar), dari peristiwa tersebut bergerak cepat melakukan penegakan hukum terhadap 108 tersangka yang kami amankan di 8 provinsi yang kemudian terafiliasi dengan kelompok tersebut.

”Sehingga selama Januari sampai dengan Mei, kita telah amankan 217 tersangka, 209 dalam proses penyidikan, dan 8 tersangka dilakukan tindakan tegas terukur,” imbuhnya. Selain tindakan hukum, Sigit menyebut Polri melakukan pendekatan lembut. Jajaran Polri melakukan kerja sama dengan ormas keagamaan, dari tingkat pusat hingga daerah.

”Dalam menanggulangi tindakan pidana, tentunya selain tindakan hukum secara keras, kami juga mengendapkan langkah-langkah soft approach untuk menangkap pemahaman tentang bahaya intoleransi dan radikalisme yang telah masuk ke semua lini, termasuk juga ke dunia pendidikan. Pengarusutamaan moderasi beragama harus dikedepankan dengan membangun kerja sama dengan seluruh ormas-ormas di seluruh Indonesia khususnya ormas-ormas keagamaan dan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan penguatan,” ujarnya.

”Oleh karena itu, beberapa waktu yang lalu, kami melaksanakan kunjungan ke beberapa organisasi keagamaan yang pada saat kami melaksanakan kunjungan, itu pun kami laksanakan juga kegiatan virtual meeting yang diikuti oleh para Kapolda, sehingga pada saat bertemu dengan para pengurus pusat, maka para Kapolda bertemu dengan pengurus di tingkat daerah, dan para Kapolres bertemu dengan para pengurus di tingkat cabang,” sambung dia.

Terhadap para napi teroris atau napiter, dilakukan edukasi kembali soal melalui sejumlah program. Diharapkan, cara pandangan para napiter ini berubah. ”Kita juga melakukan kegiatan re-edukasi membuka ruang dengan napiter untuk ikut aktif di dalam program-program dan merubah cara berpikir atau mindset untuk bisa kembali mendukung NKRI,” katanya.

Sementara, Kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora menyisakan sembilan anggota. Meski demikian, Polri terus memburunya hingga tertangkap.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memastikan Satgas Madago Raya TNI-Polri akan terus mengejar dan menangkap anggota MIT pimpinan Ali Kalora. Saat ini anggota MIT tercatat tersisa sembilan orang.

“Selanjutnya, kami akan terus melakukan pengejaran terhadap 9 orang kelompok Ali Kalora,” tegas Listyo Sigit saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR, Rabu (16/6).

Dikatakannya, sepanjang tahun ini telah, personel TNI-Polri telah melakukan tindakan tegas dan terukur kepada dua buronan kelompok tersebut. Mereka adalah, Alvin alias Adam alias Mus”™ab DPO Banten dan Hairul alias Irul DPO Poso.

“TNI-Polri menggelar operasi Madago Raya 2021 sejak Januari 2021. Pada tahap I, Polri telah berhasil melakukan tindakan tegas terukur terhadap 2 DPO,” katanya.

Dikatakannya, pihaknya kini juga telah mengetahui pergerakan dari kelompok MIT. “Ditemukannya informasi kuat terkait pergerakan DPO,” ungkapnya.

Untuk diketahui pada 1 Maret 2021, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok teroris MIT, di Desa Maros, Kecamatan Pesisir, Poso. Dalam peristiwa tersebut dua teroris tewas.

Kemudian pada 3 Maret 2021 kembali terjadi kontak senjata yang mengakibatkan satu personel Brimob tewas tertembak. Pada 11 Mei 2021, kelompok MIT melakukan aksi pembunuhan terhadap empat petani di Desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur, Poso. (gw/fin)