Sudah 71 Kasus Kebakaran, Beltim Belum Terapkan Status Siaga

Sudah 71 Kasus Kebakaran Beltim Belum Terapkan Status Siaga
belitongekspres.co.id, MANGGAR – Kemarau dan angin kencang menyebabkan intensitas peristiwa kebakaran di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) kian meningkat. Dalam 2 bulan terakhir, Terhitung sejak Juli hingga Agustus terdapat 71 kali peristiwa kebakaran.

RajaBackLink.com

Dari data yang dihimpun Belitong Ekspres dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Beltim, peristiwa yang paling marak terjadi pada kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Beltim, Surya Mulyana menyampaikan agar masyarakat lebih waspada terhadap api. Beberapa titik api bermunculan dikatakannya akan terus bertambah.

“Ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan kemarau panjang pada tahun 2019,” ungkap Surya Mulyana kepada Belitong Ekspres, Jumat (23/8) kemarin.

Dari kejadian itu, Surya berpesan agar masyarakat apabila berkebun di dalam kawasan tanah gambut, dan janganlah sambil merokok. Sebab kata Dia, setelah merokok tanpa sadar puntungnya dibuang ke tanah gambut bisa menjadi terbakar.

“Dan juga kepada masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, apalagi di tempat lahan atau semak-semak yang rawan terbakar,” pinta Surya.

Selain itu, dia menekankan agar masyarakat tidak membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar. Pasalnya akan berdampak pada rusaknya alam, punahnya hewan, dan tercemarnya udara. Tak hanya itu para pelaku pembakaran hutan juga akan berhubungan dengan hukum.

Baca Juga:  Soal Kabut Asap, BPBD Beltim dan BMKG  Silang Pendapat

“Kepada ibu dan bapak serta keluarga perhatikan juga pemakaian saklar listrik, jangan terlalu berlebihan serta selalu periksa kompor. Baik itu kompor minyak atau gas, jangan sampai meninggalkan rumah yang berdampak kebakaran,” pungkasnya.

Sebelumnya, BPBD Beltim terus melakukan berbagai upaya pencegahan. Tidak membakar lahan, tidak membuang puntung rokok pada rumput atau semak kering di lokasi yang rawan terbakar.
“Segera melapor kepada petugas setempat ketika melihat kebakaran hutan atau lahan. Ikut serta dalam mengawasi dan memantau titik rawan kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kabupaten Belitung Timur,” ajak Surya.

Selain itu, Tim BPBD Beltim melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran ke instansi, kantor Desa, Pramuka siaga, sekolah dan TK. Kemudian, pemasangan spanduk bahaya kebakaran di daerah atau tempat rawan kebakaran.

Namun, dari berbagai kejadian maraknya kebakaran tersebut, pemerintah daerah belum menerapkan siaga bencana kebakaran di lingkungan pemerintah kabupaten Beltim.

Baca Juga:  Status Siaga 1 Karhutla Belitung Hingga November

“Jumlah kebakaran yang terjadi sampai sekarang ini syukur alhamdulilah BPBD Beltim dapat di atasi bersama. Ini berkat adanya sinergi dan kerja sama dari pihak pemerintah daerah, kepolisian, TNI, Tagana, Pramuka dan masyarakat serta penggiat kebencanaan.

Sehingga walaupun sarana dan prasarana yang kurang memadai dapat terbantu dengan adanya kerjasama serta koordinasi antar pihak,” tandasnya.

Sekedar diketahui, kesiapan dalam menghadapi Bencana, BPBD Beltim menyiapkan 43 personil di BPBD Beltim. Terdiri dari 27 Anggota Damkar yang terbagi dalam 3 regu, dengan jumlah 8 hingga 9 orang setiap regu, serta 6 orang personil tim URC.

Berikut beberapa areal hutan dan lahan yang sering/rawan terjadi kebakaran di wilayah Beltim. Antara lain, Kolong Kero Desa Padang Kecamatan Manggar, Aik Kelik Kampit, kawasan Stadion GOR Beltim, Jalan Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang, Perbatasan Desa Selingsing Gantung, Mirang Manggar, Jalan Damar, Jalan Manggarauan, kawasan Samak Manggar, dan Kawasan Danau Nujau Gantung.

(Dany Sugara | belitongekspres.co.id)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply