Sudah Sesak, 70 Persen Penghuni Lapas Dari Beltim

by -
Sudah Sesak, 70 Persen Penghuni Lapas Dari Beltim
Kalapas Kelas II B Tanjungpandan, Romiwin Hutasoit.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Jumlah warga binaan di Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Tanjungpandan sudah melampai batas maksimal (overcrowding). Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bangka Belitung pun berencana membuat rumah tahanan baru di Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Tanjungpandan Romiwin Hutasoit mengatakan saat ini jumlah warga binaan yang ada di Lapasnya sudah mencapai 178 orang. Sedangkan jumlah proporsional yang untuk kapasitas di Lapas Tanjungpandan hanya 128 orang.

“Sebetulnya kapasitas di Lapas Tanjungpandan ini sudah bisa dikatakan overcrowded (sesak). Sudah melebihi kapasitas memang,” kata Romi sapaan akrab Romiwin seperti dilansir dari Diskominfo Beltim, Rabu (12/8/20).

Dari jumlah total 178 warga binaan tersebut, Romiwin mengatakan bahwa 70 persennya berasal dari Kabupaten Beltim, atau dari kasus kejahatan yang terjadi (locus) di Kabupaten Beltim. Untuk itu, pembangunan rumah tahanan (rutan) di Kabupaten Beltim akan mempermudah pelayanan, khususnya bagi warga yang ingin menjenguk keluarganya.

“70 persennya warga binaan kita dari Manggar (Kabupaten Beltim) sekitar seratusan lebih. Makanya nanti kalau jadi bikin Rutan di sana, bisalah untuk nampung warga Beltim,” ungkap Romi.

Pria yang baru tujuh bulan menjabat sebagai Kapalas Tanjungpandan ini mengungkapkan rencana pembangunan rutan memang sudah lama diwacanakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bangka Belitung. Pemkab Beltim bahkan sudah menghibahkan lahan seluas 10 hektar untuk pembangunan rutan.

“Mudah-mudahan nanti segera terealiasi wacana ini. Di daerah Modong (Desa Padang Manggar) tanahnya, sangat luas sekitar 10 hektar saya dengar,” harap Kalapas Kelas II B Tanjungpandan.

Meski pembangunan rutan belum bisa terwujud dalam waktu dekat, Mantan Kepala Rutan Tanjung Pura Sumatera Utara itu menyatakan Lapas Tanjungpandan masih bisa menampung warga binaan. “Memang belum mendesak sekali kalau ingin membangun rutan di sana. Kita masih bisa menampung tambahan warga binaan,” tukasnya. (rel)