Sumbangan Komite Sekolah untuk Tingkatkan Layanan Pendidikan

by -

TANJUNGPANDAN-Penggunaan Dana sumbangan sukarela dari Komite Sekolah ternyata difungsikan untuk meningkatkan Mutu Layanan Pendidikan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 75 Tahun 2016 dan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.  Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMP Sutawijaya Dinas Pendidikan dan Kebudayanan (Dindikbud) Kabupaten Belitung saat ditemui Belitong Ekspres Kamis (2/3) kemarin. Menampik banyaknya pertanyaan masyarakat terkait uang sumbangan sukarela Komite Sekolah.

“Karena sifatnya sumbangan secara sukarela jadi, bagi siswa/murid yang tidak mampu disarankan agar membuat surat keterangan tidak mampu sehingga tidak akan dimintai bantuan atau sumbangan. lantas, besarnya sumbangan merupakan kesepakatan dalam rapat anggota komite di tiap-tiap sekolah,” ujarnya.

Dijelaskanya, pertama sekolah menyusun program selama satu tahun seperti, penilaiyan standar, kopentensi lulusan, standar PTK, Sarpras, Pengelolaan, Pendidik dan Tenaga Pendidikan Guru. Lantas, untuk dapat dilaksanakan hal tersebut perlu pembiayaan.

Lanjutnya menjelaskan, untuk sekolah negeri memang ada beberapa sumber dana seperti  biaya operasinal pendidikan (BOP), dana bantuan operasinal pendidikan (BOS) APBN dan BOS Kabupaten. Namun, kalau dana tidak tercukupi sekolah bisa meminta bantuan pembiayaan melalui komite sekolah.  “Inilah perlunya bantuan atau sumbangan komite sekolah supaya program dapat berjalan kalau sumber dana pendidikan tidak mencukupi atau kekurangan,” ungkapnya.

Diungkapkanya, untuk Sekolah Dasar (SD) besaran sumbangan sukarela mencapai Rp 800 ribu dan SMP Rp 1 juta rupiah per orang per tahunnya. lantas, pembayaranya dilakukan setiap triwulan sekali dan uang sumbang sukarela tersebut masuk ke rekening sekolah.  “Uang satu juta mungkin terlihat besar tapi bisa di bayarkan dengan dicicil dan berkesinambungan,” tuturnya.

Kata Sutawijaya, pertanggung jawaban dana komite itu dilakukan pada saat rapat komite yang biasaya dilaksanakan pada akhir tahun pelajaran oleh sebab itu, untuk meringankan beban orang tua siswa ada yang secara teknisnya di cicil setiap satu bulan sekali.
“Sumbangan sukarela ini hanya untuk sekolah SD dan SMP sedangkan untuk sekolah SMA/SMK tidak ada sumbangan karena sudah masuk Provensi,” jelasnya.

Lanjut kata Sutawijaya, dana sumbangan sukarela tersebut tersebut juga, untuk memenuhi kebutuhan membayar honor Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Guru Tidak Tetap (GTT) guna, menutup kekurangan pembiayaan yang tidak bisa dipenuhi melalui dana BOS dan BOP. Sebab, khusus untuk guru banyak guru yang sudah pensiun sementara pengangkatan belum ada.  “Untuk membangun pendidikan yang bermutu perlu adanya kerja sama antara pemerintah, masyarakat dan orang tua murid sesuai porsinya masing-masing,”katanya.

Menurut Sutawijaya, jumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Belitung ada 121 Sekolah dan SMP/MTS ada 32 sekolah secara keseluruhan. Lanjutnya mengatakan, solusi sementara ini nyaitu melakukan pendataan PTT dan GTT kemudian melakukan sosialisasi di tiap kecamatan guna menyampaikan peran komite baik bersama kepala sekolah, pengurus yayasan maupun pengurus komite sekolah.
“Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah semuanya sudah di jelaskan dan ditungkan dalam pasal 10, 11 dan 12,” pungkasnya.(mg1)