Sumur Ajaib, Airnya Sejengkal Tak Pernah Kering

by -

*Di Musim Kemarau, Masyarakat Silih Berganti Mengambil Air di SDN 38

 

SUMUR AJAIB. Sejumlah warga saat mengambil air bersih di sumur gali, yang berada di kawasan SDN 38 Tanjungpandan. Meski hanya memiliki kedalaman air cuma sejengkal, ajaibnya pernah habis diambil saat musim kemarau sekarang ini. (foto Ade/BE)

TANJUNGPANDAN – Sumur gali yang berada di kawasan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 38 Tanjungpandan, Kabupaten Belitung sungguh ajaib. Meski hanya memiliki kedalaman air sejengkal, tapi tidak pernah kering diambil masyarakat. Bahkan, di musim kemarau sekalipun.

Wartawan Belitong Ekspres menyaksikan langsung beberapa masyarakat mengambil langsung air dari sumur tersebut. Mereka silih berganting menjatuhkan ember ke sumur untuk mengambil airnya.

“Itu lah biarpun aik e gak sejengkal, tapi cepat penoh e,” kata Nunu seorang bapak-bapak yang sedang mengambi air, Senin (14/9) kemarin.
Di musim kemarau saat ini, setiap hari masyarakat terus mengambil air yang masuk di dalam kawasan SDN 38 Tanjungpandan. Sejak pagi bahkan hingga malam hari hingga pukul 23.00 WIB, akan tetapi airnya pun tidak pernah habis atau kering.

Seperti Nunu, setiap hari mengambil hingga puluhan jerigen. Ia membantu menyediakan air bersih untuk masyarakat maupun kebutuhan para pedagang di pasar. Upahnya tidak banyak hanya Rp 300,- per jerigen 20 liter.

Tidak hanya Nunu, orang lain yang menggantungkan hidupnya dari sumur itu ialah La Dima. Setiap hari dari pagi ia selalu mengambilk air di sumur itu. Ia juga menjual air untuk kebutuhan pedagang di pasar.

Ia menceritakan, sekali angkut pakai gerobak mampu membawa 15 jerigen 20 liter. Setiap jerigen ia jual mulai dari Rp 2000,- hingga Rp 2500,-. “Dijual buat di pasar. Soalnya musim kemarau sekarang ini banyak beli air ke kita,” ujar La Dima.

Sementara, menurut cerita masyarakat sekitar, sumur itu memang tidak pernah kering. Meskipun kemarau panjang sekalipun. Aneh memang, airnya kalau dilihat tidak begitu banyak. Bahkan emberpun tidak ternggelam jika dicelupkan, namun uniknya air tidak kering, malah cepat bertambah.

“Saya juga sering memanfaatkan air itu untuk kebutuhan sehari-sehari. Ini sih hanya dua ember, biasanya sampai empat ember sekali turun di sumur ini. Tapi airnya tidak pernah habis,” ujar Nana warga sekitar lokasi sumur tersebut.

Tak jauh dari sumur itu, ada juga sumur lain berjarak sekitar 20-30 meter. Sama halnya, sumur itu pun dimanfaatkan masyarakat sekitar dan airnya juga tidak kering meski diambil terus. (ade)