Suradio Akui Pentingnya Pelabuhan Besar di Beltim

by -

MANGGAR – Pembangunan pelabuhan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menjadi prioritas untuk segera direalisasikan. Komisi II DPRD Beltim yang membidangi perdagangan, telah beberapa kali melakukan lobi-lobi dan mengajukan proposal ke Kementerian Perhubungan RI.
Anggota Komisi II DPRD Beltim, Suradiotuwirio mengakui pentingnya pelabuhan sebagai akses perdagangan di Beltim. Menurutnya, keberadaan pelabuhan akan mengurangi ketergantungan Kabupaten pesisir timur tersebut, dari Kabupaten Belitung.
“Besok (hari ini, red) kami akan ke Jakarta, ke Kementerian Perhubungan bersama SKPD terkait. Kita ingin secepatnya terealisasi,” ujarnya, Saat berbincang dengan harian ini, Rabu (11/3) kemarin. di ruang tunggu DPRD Beltim.
Pria yang akrab disapa Suradio juga berharap, pelabuhan akan menjadi pintu perekonomian masyarakat pasca tambang timah. Komoditas unggulan Beltim dapat dipasarkan lebih baik, terutama dari sisi penghematan biaya angkut.
“Selama ini kita masih bergantung dari Tanjungpandan. Sehingga harga bahan pokok seperti beras, termasuk elpiji lebih mahal,” ungkap Suradio.
Ia menambahkan, akses dari Jakarta menuju pelabuhan Tanjungpandan membutuhkan waktu 37 jam. Sedangkan menuju Beltim hanya sekitar 30 jam perjalanan laut.
“Berarti ada selisih 7 jam, coba hitung berapa penghematan bahan bakar yang digunakan. Secara otomatis, harga kebutuhan akan lebih murah dibandingkan dari Tanjungpandan,” jelas Suradio.
Sejauh ini, kata Suradio, lokasi pelabuhan rencananya akan dibangun di Kecamatan Dendang. Dipilihnya lokasi tersebut tidak terlepas dari sejarah masa lalu yang dimiliki Dendang sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan besarnya. (feb)