Surat Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kep. Babel Minta Kapolda Usut Tuntas Kasus Penertiban TI Rajuk di Tanjung Siantu

OYO 399 Kelayang Beach Hotel
Surat Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kep. Babel Minta Kapolda Usut Tuntas Kasus Penertiban TI Rajuk di Tanjung Siantu

Surat Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada Kapolda Kepulauan Bangka Belitung | Beliadi, S.IP.

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diketuai Beliadi, S.IP mengirimkan surat kepada Kapolda Kepualauan Bangka Belitung di Pangkalpinang, Senin (4/11/2019). Surat bernomor 010/F.P.GERINDRA/XI/2019 tersebut memuat perihal “Sangat Penting” terkait penyerangan terhadap Aparatur Negara dan Pimpinan Daerah dalam rangka penertiban TI rajuk dan pembinaan penambang liar, Sabtu (2/11/2019).

Sebagaimana disebutkan dalam surat, diterangkan bahwasannya kegiatan penertiban dan pembinaan terhadap penambangan ilegal oleh Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Sat Pol PP ini berlangsung di kawasan Hutan Lindung Geosite Tanjung Siantu, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti kejadian tersebut, Fraksi Partai Gerindra meminta dengan hormat kepada Bapak Kapolda untuk menangkap, dan memproses secara hukum para pelaku.

Baca Juga:  Puluhan Jurnalis 'Duduki' Polres Belitung, Kecam Tindak Kekerasan Terhadap Wartawan

Selain itu, Fraksi Partai Gerindra meminta agar Kapolda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengusut secara tuntas oknum-oknum yang terlibat di belakang para penambang tersebut. Secara tegas, tuntas, dan secepat-cepatnya sesuai peraturan yang berlaku.

Tidak hanya mengusut secara tuntas terkait penyerangan terhadap Aparatur Negara dan Pimpinan Daerah, Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga meminta agar Kapolda bisa memproses secara hukum atas pengrusakan aset negara. Yaitu beberapa unit mobil dinas, termasuk kendaraan yang digunakan oleh Wakil Gubernur babel, Abdul Fatah.

Mengutip pemberitaan sebelumnya di belitongekspres.co.id, Sabtu (2/11/2019). Beliadi meminta agar jajaran Polres Belitung dan penegak hukum terkait untuk memproses secara pidana pelaku pengrusakan mobil dinas Wakil Gubernur Bangka Belitung dan jajaran Satpol PP yang melakukan pembinaan dan penertiban tambang ilegal di Sijuk, Kabupaten Belitung, Sabtu (2/11).

Baca Juga:  Alamak! Ganteng-Ganteng Pencuri

Dikatakan Beliadi, karena yang dinas atau pun penertiban pada hari ini adalah pihak Satpol PP, tentunya mengarah ke ke pembinaan, dan bukan ke penegakan hukum. Namun yang terjadi kendaraan-kendaraan tersebut dirusak oleh massa yang tidak bertanggungjawab.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, bahwa ia tidak bermaksud menuduh. Namun kalau sampai pelakunya tidak tertangkap, jangan-jangan ada apa-apanya dengan penegak hukum.

“Tolong disikapi secara bagus, secara jelas, secara terang benderang. Supaya pelaku yang melakukan pengrusakan terhadap mobil dinas harus diproses secara hukum, dan harus segera ditangkap,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, tidak ada pengampunan, tidak ada pemberian maaf terhadap pengrusakan. kalau untuk pekerja yang tidak merusak, silahkan dibina dan diarahkan sebaik-baiknya.

Beliadi juga meminta agar Polda Babel bisa bergerak cepat dan menuntaskan kasus ini. “Pemerintah jangan kalah dengan aksi premanisme,” tandasnya.

(rel | belitongekspres.co.id)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply