‘Surat Sakti’ Legalkan TI Rajuk di DAS Berakhir

Lokasi DAS Sungai Manggar yang rusak parah akibat aktivitas TI Rajuk.

* Aparat Tertibkan TI Rajuk di Trafo Mayang
* DAS Rusak Tanggung Jawab Kasatpol PP?

RajaBackLink.com

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Aparat Gabungan Satpol PP Belitung Timur (Beltim), TNI dan Polri akhirnya menertibkan tambang di Daerah Aliran Sungai (DAS), Sabtu (8/6) kemarin. Operasi penertiban ini merupakan akhir dari batas waktu lembar berita acara kesepakatan yang dikoordinir Satpol PP Beltim tanggal 14 Mei 2019 lalu.

Sebelum dilaksanakan pembongkaran TI Rajuk di Trafo Mayang Sungai Manggar, Kepala Satpol PP Beltim Zikril telah melaksanakan kesepakatan bersama yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati Beltim, pada Selasa (14/5) bulan lalu.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Kasatpol PP tersebut didapat kesepakatan. Adapun isinya, bahwa forum rapat sepakat memberikan toleransi terkait operasional kegiatan penambangan rajuk di DAS Sungai Manggar dan Sungai Lenggang”.

Kemudian, toleransi diberikan jangka waktu, yakni dari tanggal 14 Mei 2019 hingga 7 Juni 2019. Dalam kesepakatan itu tertulis “apabila setelah batas waktu yang telah ditentukan masih terdapat kegiatan penambangan, maka akan dilakukan pembongkaran”.

Baca Juga:  Kuota Haji Kecil, Bupati Beltim Janji Tahun Depan Bertambah

Oleh karena itu, dengan berakhirnya surat kesepakatan bersama dengan Kop Satpol PP Beltim tersebut, tim gabungan melakukan penertiban ke lokasi rajuk di Trafo Mayang, Damar Sabtu (8/6) pekan lalu.

Di lokasi nampak DAS porak poranda bahkan masih terdapat beberapa Ponton TI Rajuk yang belum terbongkar, sehingga tim gabungan melakukan penyisiran dan meminta pembongkaran.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Pol PP Beltim Zikril, juga ikut serta Wadanramil 02/Manggar Kapten CPM Noverianto beserta anggota, Danpos TNI AU diwakili Pelda Erwin, Anggota Subdenpom persiapan Belitung Tanjungpandan Serda Paryanto.

Selain itu, juga diikuti anggota Sat Intelkam Polres Beltim, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Beltim Panwanto, Anggota Satpol PP Beltim serta Perwakilan Forum TI Rajuk Beltim Yogi Aditya/Aminor.

Dalam penyisiran itu didapat 3 unit Ponton TI Rajuk. Kemudian dilakukan pembongkaran 1 unit Ponton TI Rajuk oleh Satpol PP dengan rincian 2 Set mesin tambang merk Tianli, pipa dan selang diamankan di pinggir jalan dekat ponton tersebut.

Baca Juga:  DPRD Beltim Desak APBD Provinsi Segera Dieksekusi

Sedangkan 2 unit ponton TI rajuk lainnya diharapkan dapat dilakukan pembongkaran sendiri oleh pemiliknya. “Untuk pengawasan tetap akan kami pantau, baik siang maupun malam,” kata Kasatpol PP Zikril kepada Belitong Ekspres, Senin (10/6).

“Ya tetap pada dasarnya kita saling percaya, intinya mereka saat ini terus melakukan pembongkaran bertahap, karena ada sebagian karyawan mereka tidak dilokasi. Namun kami pantau terus agar mereka tidak beroperasi,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait kerusakan DAS Sungai Manggar, tetap pihak yang mengkoordinir surat kesepakatan tersebut (Kasatpol PP Beltim) harus bertanggung jawab atas kerusakan DAS tersebut.

“Itukan Pol PP yang mengkoordinir, ya mereka yang bertanggung jawab atas kerusakan itu,” kata Kasi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup (PPSLH) di Dinas Lingkungan Hidup Beltim, Panwanto.

Untuk diketahui, dalam operasi tim melakukan penyisiran ke aliran Sungai Manggar belakang Pelabuhan Acang, ditemukan 13 unit ponton TI Rajuk yang sedang dibongkar oleh pemiliknya. (dny)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply