Syarat Seleksi P3K Guru Terdaftar Dalam Dapodik

by -
Dindik Beltim Buka Kesempatan Beasiswa Non Permanen
Kepala Dindik Kabupaten Beltim, Amrizal.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Masyarakat yang berminat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) khusus tenaga guru harus terdaftar dalam Dapodik. Artinya sudah bekerja atau aktif sebagai guru mengajar di sekolah.

“Syaratnya jelas bagi guru harus terdaftar di Dapodik sampai bulan 6 (Juni) tahun 2020. Jadi kalau diatas itu, tidak bisa ikut tes. Jadi ini dibatasi bulan Juni,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim Amrizal, Senin (24/5).

Adapun pendaftaran hingga tes seleksi P3K tenaga guru dikelola Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek melalui Dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota. Terkait hal itu Amrizal menyatakan saat ini pihaknya menunggu teknis dari pusat dan Badan Kepegawaian Daerah.

“Kami tinggal menunggu dari BKD bagaimana bagusnya kalau memang nanti harus tes dimana, ya kami akan siapkan tempatnya. Pendaftarannya bagaimana apakah online, kita belum tau,” terang Amrizal.

Menurutnya, Kabupaten Beltim memang telah memiliki tenaga guru dari seleksi P3K beberapa waktu lalu. Namun, saat itu seleksi hanya pengangkatan tenaga honorer guru yang masuk database K2 dan memenuhi syarat. “Kalau kemarin kita sudah ada P3K, ada 5 orang yang diangkat dari K2. Nah tahun ini, P3K sedang digodok,” katanya.

Sebelumnya, Kepala BKPSDM Beltim Yuspian juga menyampaikan, khusus formasi tenaga guru seleksi akan dilaksanakan sendiri oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Teknis di daerah akan dilaksanakan Dinas Pendidikan dan BKPSDM dilibatkan sebagai teknis.

“BKPSDM mungkin dilibatkan karena sebagai kepanitiaan daerah tapi pelaksanaan teknis ada di Dindik. Kenapa demikian, karena seleksi guru mereka tidak menggunakan CAT BKN. Komputer tesnya bukan server BKN tetapi CAT mereka sama dengan yang biasa digunakan untuk ujian sekolah berbasis komputer. Jadi mereka akan menggunakan komputer di sekolah,” bebernya.

Bahkan, lokasi seleksi tenaga guru masih akan dibicarakan lebih lanjut secara teknis dengan Dinas Pendidikan. “Tahapannya pun berbeda, seluruhnya dipandu dikawal oleh Kemendikbud. Kita sifatnya membantu pelaksanaannya,” pungkas Amrizal. (msi)