Syukurlah, Tarian Pendulang Timah Diresmikan

by -

foto tengah 2- launching tari pendulang timah ok - Copy

ACARA PERESMIAN:
(Dari kiri), Hiroaki Kato, Meda, Widia, Wulan, Diran, Dodi, Alek, Hermanto Fitrorozi, Andrea Hirata, Kusumah Kosasih dan MC Alek.

TANJUNGPANDAN-Sanggar Belitong dengan dukungan penuh Andrea Hirata dan Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung resmi melaunching Tarian Pendulang Timah Kolosal sebagai tarian resmi karya anak Belitong, Minggu (30/8), tadi malam di Lapangan Terminal Tanjungpendam. Dengan diresmikannya Tarian karya Andra Hirata dengan koreografer Wulan dan Widia serta Alek ini, maka Tarian asli Belitong ini sudah bisa dengan resmi “dinikmati” oleh berbagai kalangan untuk seni pertunjukan termasuk oleh para turis.
Peresmian dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Belitung Hermanto dan dikukuhkan oleh Andrea Hirata. Ikut menyaksikan langsung peresmian Tarian Pendulang Timah Kolosal, penyanyi Meda dan artis Hiroaki Kato, Pelaku Wisata yang juga Ketua FLP 2015 Kusumah Kosasih dan segenap seniman Belitong. Nampak hadir Koreografer Widia dan Wulan, serta Alek, kemudian Seniman Diran serta Fitrorozi.
Acara launcing ini dimeriahkan dengan sajian  Tarian Pendulang Timah dari Seniman dan anak-anak Sanggar Belitong. Selain tarian, sang koreografer juga menjelaskan filosofi  Tarian Pendulang Timah. Lantas ada sajian musik dari Meda dan Hiroaki Kato serta Andrea Hirata. Tampil pula Park Jazz dan anak-anak Museum Kata serta puisi dari Diran dan Chairul Rojali.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Belitung Hermanto mengatakan, dirinya mendukung penuh sanggar ini. Dengan diresmikanya Tarian ini, masyarakat akan lebih kenal dengan tarian karya Anak Belitong ini. Selain itu, para pelaku wisata, khususnya tour travel bisa menjual paket tarian Pendulang  Timah Kolosal ini ke turis.
“Ini merupakan hal yang positif. Para penari inti sebanyak 50 penari ini bisa dipanggil untuk tampil saat menyambut tamu dan juga acara event-event di Belitung. Dan saya dapat kabar sudah ada yang memesan untuk tampil,” ujar Hermanto saat sambutannya di hadapan para seniman dan sejumlah tokoh masyarakat serta warga.
Sementara itu, Alek salah satu pembina Sanggar Belitong mengatakan, Tarian Pendulang Timah karya Andrea Hirata dan koreografer Wulan serta Widia ini tidak menutup kemungkinan akan terus dikembangkan. Dalam arti dari segi motif dan gerakan yang akan terus disempurnakan agar bisa tampil garang dan membuat siapapun yang menyaksikan merinding dan berkesan.
Dijelaskan, keseluruhan Tarian Pendulang Timah ini berdurasi sekitar 30 menit. Rencana tarian ini, durasinya akan ditambah, hingga menjadi 55 dan 60 menit. Terpisah Andrea Hirata berharap, Sanggar Belitong dapat memiliki sponsor. “Sehingga, para penari dapat tampil di even-even internasional hingga di luar negeri,”pungkasnya. (kin)