Tagana Siap Salurkan Air Bersih Korban Banjir

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

PANGKALPINANG – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Bangka Belitung (Babel), siap menyalurkan air bersih kepada korban banjir di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) untuk mencegah menularnya berbagai penyakit.
“Saat ini, bantuan air bersih belum bisa disalurkan kepada korban banjir, karena belum ada permintaan dari pemerintah kabupaten tersebut,” kata Koordinator Tagana Babel, Eko Susilo, Minggu (8/2).
Saat ini, kata dia, pihaknya sudah mempersiapkan dua mobil tangki air bersih berkapasitas 10 ribu liter kubik untuk membantu pemerintah kabupaten/kota menyediakan air bersih korban bencana alam. “Selama tidak ada permintaan bantuan air bersih, maka kami anggap ketersedian air bersih yang disediakan pemerintah kabupaten cukup korban banjir tersebut,” terangnya.
Menurut Eko, air bersih untuk korban banjir ini penting, untuk mengantisipasi berbagai penyakit pasca banjir seperti gatal-gatal, sakit perut, diare dan penyakit kulit lainnya. “Korban banjir ini cukup rawan dijangkiti berbagai penyakit yang disebabkan air kotor, karena sumber air bersih warga sudah tercemar atau terendam banjir,” terangnya.
Untuk itu, katanya, Pemkab diharapkan untuk segera mengajukan permintaan bantuan air bersih, apabila ketersediaan air bersih warga sudah terbatas. “Selama ini, pemerintah kabupaten/kota hanya mengajukan bantuan makanan, sementara permintaan air bersih kurang, pada hal air bersih ini penting untuk kesehatan warga korban banjir,” imbuhnya.
Selain siap menyalurkan air bersih kepada korban banjir, ditegaskan Eko pihaknya akan menambah jumlah personil agar dapat mempermudah jalannya tiap evakuasi yang dilakukan pihaknya. “Saat ini, setengah kekuatan personil Tagana Babel dikerahkan untuk menanggani korban banjir di Desa Lubuk Besar, Lubuk Pabrik, lubuk Lingkuk dan Desa Kulur Ilir,” kata Eko.
Penambahan personil dari 10 orang menjadi 20 orang personil ini, lanjutnya, mengingat ketinggian air banjir di empat desa di kabupaten Bateng tersebut masih tinggi dan cenderung mengalami peningkatan karena intensitas hujan yang masih tinggi. Selain itu, air pasang laut yang cukup tinggi, sehingga sungai dan saluran air tidak mampu menampung air hujan dan air pasang laut tersebut. “Saat ini, ratusan rumah warga masih terendam air dengan ketinggian berkisar satu meter,” bebernya.
Selain menambah personil, kata Eko, pihaknya juga mengoperasikan dua unit perahu karet untuk mengevakuasi korban banjir ke titik-titik aman. Tagana bekerja sama dengan tim Badan Penanggulangan Bencana telah berhasil mengevakuasi 131 korban bencana banjir tersebar Desa Lubuk Besar sebanyak 31 kepala keluarga (KK), Desa Lubuk Pabrik 52 KK, Desa Lubuk Lingkuk 32 KK, dan Desa Kulur Ilir sebanyak 16 KK.
“Kami berupaya memberikan pertolongan dan penyaluran bantuan makanan seoptimal mungkin, untuk mengantisipasi korban jiwa akibat banjir tersebut,” lanjutnya.
Namun demikian, kata dia, diharapkan warga tetap tenang dan waspada. Jika kondisi air bertambah tinggi diminta warga untuk meninggalkan rumah dan mencari tempat aman. “Saat ini, masih ada warga yang bertahan di rumahnya untuk menjaga harta bendanya,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui saat ini, sebanyak 131 unit rumah tersebar di beberapa Desa di Bateng menjadi korban banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter. (ant/rb)

Baca Juga:  Senggol Mobil, Dely Tewas Tabrak Beton

Tags:
author

Author: