banner 728x90

Tahun 2019, Ada 174 Kasus Kebakaran di Belitung

Life at ease with amazing nature| Leebong island
Kabut Asap di kantor Damkar Belitung

Pemandangan kabut asap dari depan Kantor Damkar Belitung, Selasa (17/9).

Pemkab Himbau Pakai Masker

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dari Januari hingga September tercatat sebanyak 174 kasus kebakaran yang ditangani Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Belitung. Demikian dikatakan oleh Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Belitung Saiman, kepada Belitong Ekspres, Selasa (17/9).

Sebagaimana dipaparkan Saiman, dari 174 kasus kebakaran tersebut 152 kasusnya adalah kasus pembakaran lahan. “Kemudian ada 12 kebakaran bangunan, 5 penyelamatan seperti ada lebah, ular masuk rumah dan 5 kebakaran lainya seperti pembakaran motor tempo hari,” kata Saiman.

Sementara itu untuk kasus kebakaran ini, kata Saiman, sejak Juli dahulu meningkat drastis. Terhitung ada penambahan 120 kasus kebakaran hingga 16 September 2019 ini.

“Di bulan Juli lalu ada 19 kasus, nah pada bulan Agustus kemarin meningkat jadi 80 kasus. Kemudian lebih parah lagi di September ini. Per tanggal 16 September saja ada 59 kasus kebakaran dengan rincian 57 kebakaran lahan dan satu kebakaran bangunan dan satu kebakaran lainnya,” jelasnya

Namun demikian, kata Saiman, kabut asap yang melanda Kabupaten Belitung saat ini tidak ada hubungannya dengan jumlah kebakaran. Karena menurutnya, kebakaran di Belitung tidak terlalu berdampak akan munculnya kabut asap.

“Ada tapi sedikit, cuma di wilayah sekitaran itu saja. Misalnya kemaren di Tanjung Tinggi, ya cuma di area Tanjung Tinggi itu saja kabut asapnya. Untuk kabut asap ini memang dapat kiriman dari Kalimantan,” katanya.

Lebih lanjut menurut Saiman, kasus kebakaran terparah ada di dua desa yakni Desa Juru Sebrang dan Air Saga. “Terparah itu di Gusong Bugis Desa Juru Sebrang. Itu asli kesulitan kita (Damkar) memadamkannya karena banyaknya lahan gambut.

Kemudian di Aik Ranggong, Desa Air Saga juga sama sulit untuk memadamkanya, karena luasnya lahan serta medan yang cukup sulit,” katanya. Namun demikian ia mengimbau supaya masyarakat tidak lagi melakukan pembakaran demi kesehatan bersama.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung menghimbau agar masyarakat menggunakan masker dan larang anak keluar rumah, Selasa (17/9). Himbauan ini sebagaimana dikatakan Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie. “Pakai masker saat keluar, kalau bisa jangan disuruh keluar anak-anak dahulu,” kata Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie.

Himbauan tersebut dikarenakan banyaknya kabut asap yang menyelimuti seluruh Kabupaten Belitung sejak beberapa hari ini dan kualitas udara pun dinyatakan tidak baik. “Ini kan sudah dikonfirmasi dari BMKG bahwa adanya kiriman dari Kalimantan. Ya kita berharap dan berdoa semoga anginnya berhembus ke tempat lain. Kalau kita surati Kalimantan, mereka juga sedang berupaya keras untuk memberantas ini,” katanya.

Untuk itu ia juga mengimbau kepada masyarakat jangan melalukan pembebasan lahan dengan cara pembakaran, karena itu bisa ikut menambah tebalnya kabut asap.
“Kebiasaan bakar sampah dan bakar lahan itu distop dahulu. Karena kita dapat kiriman asap ini kan cukup besar, kita jangan berkontribusi lagi,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dampak dari kabut asap ini bagi Belitung sangatlah berpengaruh, seperti menurunnya jumlah wisatawan. “Wisatawan menurun, ini kan ispa bisa infeksi saluran pernapasan. Anak-anak saja setelah pulang sekolah tidak saya suruh keluar, langsung masuk kamar,” jelasnya. (mg1/dod)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply