Tahun 2020, BNNK Belitung Catat 26 Orang Penyalahguna Narkoba

by -
Tahun 2020, BNNK Belitung Catat 26 Orang Penyalahguna Narkoba
Press release BNNK Belitung atas kinerja pencapaian sepanjang tahun 2020, Selasa (15/12).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Belitung menggelar press release atas kinerja pencapaian sepanjang tahun 2020, Selasa (15/12). Capaian kinerja untuk 3 bidang yakni pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan pemberantasan.

Kepala BNNK Belitung Nasrudin memaparkan kinerja seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat atau P2M. Pencegahan terdiri dari masyarakat yang terpapar informasi P4GN dan Institusi atau Lembaga yang responsif terhadap kebijakan pembangunan berwawasan anti narkoba.

“Target 7 persen realisasi ada 13,63 persen dengan sasaran lingkungan pendidikan, pemerintah, masyarakat dan target 2 yakni realisasi 3 terdiri Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Turonggo Cipto Budoyo, dan Golden Memory Belitong. Sehingga ada 3 organisasi yang bersama BNNK untuk membangun kawasan yang anti narkoba,” kata Nasrudin.

Nasrudin menyebutkan untuk pemberdayaan peran serta masyarakat juga sudah mencapai 8 target. Yakni telah menghasilkan 20 penggiat anti narkoba lingkungan pendidikan, 20 orang penggiat anti narkoba lingkungan kerja dunia usaha atau swasta, 20 penggiat anti narkoba instansi pemerintah, 20 orang penggiat anti narkoba lingkungan masyarakat.

Kemudian kata Nasrudin, kinerja seksi rehabilitasi berdasarkan statisik data penyalahgunaan narkoba melalui klinik pratama BNNK Belitung tahun 2020 ada 26 orang. Yaitu berasal Kecamatan Badau ada 1, Kecamatan Selat Nasik ada 1, Kecamatan Sijuk ada 3 orang dan Tanjungpandan 21 orang. “Jenis kelamin laki-laki 17 orang dan perempuan 9 orang, dengan kriteria pengguna 20 orang coba-coba pakai dan 4 teratur pakai serta 2 pencandu,” sebutnya.

Dikatakan Nasrudin, 26 orang itu berbagai jenis narkoba yang digunakan seperti sabu-sabu sebanyak 4 orang, alkohol 2 orang, sedatif 2 orang, inhalan 5 orang dan obat-obatan 13 orang. “Pendidikan pengguna tersebut yaitu tidak tamat SD ada 3 orang, SD 5 orang, SMP 3 orang, SMA 15 orang, SMK, D3 dan S1 tidak ada,” jelasnya.

Selanjutnya kata dia, berdasarkan data pada tahun 2020, Klink Pratama BNN Kabupaten Belitung telah melaksanakan program layanan rehabilitasi rawat jalan kepada 29 orang penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika.

Selanjutnya, Seksi Rehabilitasi melakukan bimbingan teknis di berbagai tempat, rapat koordinasi dengan berbagai stakeholder, sosialisasi program rehabilitasi dalam penyebaran informasi pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM).

Tak hanya itu, BNNK Belitung telah membentuk Pemulihan Berbasis Masyarakat (PBM) yang telah dibentuk di Desa Air Ketekok berjumlah 5 orang Tim PBM. Mereka merupakan Warga Desa Air Ketekok yang ditunjuk dan di SK kan langsung oleh Kepala Desa Air Ketekok.

“Mereka telah mendapatkan pelatihan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta telah melaksanakan layanan pemulihan berbasis masyarakat berupa komunikasi Informasi dan edukasi (KIE) di wilayah Desa Air Ketekok Kepada Warga Desa Air Ketekok (lansia, orang tua, remaja dan anak-anak) berjumlah 95 orang,” terangnya.

Nasrudin menambahkan, Seksi rehabilitasi juga telah melaksanakan kegiatan Pembuatan Surat Keterangan Hasi Pemeriksaan Nakotika (SKHPN) kepada 157 orang klien. “Ada masyarakat yang membutuhkan untuk persyaratan kuliah, bekerja, biasanya ada yang membuat surat ini,” katanya.

Dia menyebutkan BNNK Belitung juga telah melaksanakan kegiatan pascarehabilitasi terhadap 18 klien. Mereka telah melaksanakan kegiatan pascarehabilitasi yang telah selesai melaksanakan program rehab baik rawat jalan maupun rawat inap. “Jadi terminologinya, pasca rehab itu orang-orang yang sudah kena narkoba, dirawat secara medis dengan rehabilitasi,” tandasnya. (dod)