Tak Bisa Lihat Sejak Bayi, Akan Dibawa Berobat ke Jakarta

by -
Isyak Meirobie saat bersama Yosi dalam kunjungannya di rumah Yosi.

?

*Mengunjungi Yosi Nur Aini, Anak 4 Tahun yang Alami Sakit Mata (1)

Setelah menerima informasi adanya anak berusia 4 tahun yang menderita sakit di bagian mata hingga sulit untuk melihat, Belitong Ekspres berkunjung ke lapangan. Dan benar memang, anak perempuan bernama Yosi Nur Aini itu kondisinya memang butuh perhatian.

Laporan Agung CN, Belitong Ekspres

Waktu BE hendak berkunjung ke rumah Yosi Selasa a(12/4), siang kemarin, sempat bertanya kepada sejumlah tetangga. Beberapa tetangga mengaku tidak tahu rumah Yosi. Tapi, tak lama sekitar lima menit, BE sudah sampai ke salah satu rumah yang cukup sederhana, tepat di pinggir jalan utama Aik Seruk-Buluhtumbang. Petunjuk ini terlihat dari gambar rumah Yosi.

Saat BE sampai di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, rumah berdindingkan papan dan berlantai semen plester itu dalam kondisi sepi, pintu terkunci rapat dengan gembok menempel. Untungnya, setelah menunggu tak berapa lama sekitar 10 menit, sang pemilik rumah datang dengan menaiki sepeda motor, bertiga.

“Mari Pak, maaf menunggu lama ya? Kami baru saja mengurus rujukan dari Puskesmas Kecamatan dan RSUD Belitung untuk rencana berobat ke Jakarta,’’ ujar Wahyudi, ayah Yosi sembari bergegas membukakan pintu untuk BE sementara sang istri menggendong Yosi.

Sebelum dipersilakan masuk, lagi-lagi Ayah Yosi bergegas membuka karpet untuk menerima BE, wajarnya menerima dan menghormati tamu. Setelah duduk bersama, baru lah BE mengenalkan diri kepada Wahyudi dan istri.

Sebelum banyak berbicara, Wahyudi menyampaikan terimakasih atas kedatangan BE yang dalam waktu bersamaan juga kedatangan tamu dari Tanjungpandan, seorang pengusaha muda, Fendi Haryono. “Sebelumnya kami BBM-an dengan kawan sekolah di Tanjung, kemudian Pak Isyak (Isyak Meirobie,Red) langsung ke rumah kami, ke sini kemarin (11/4),’’ ujar Bu Wahyudi, kepada BE, Selasa (12/4), kemarin.

Ayah Yosi banyak bertutur tentang kondisi anaknya yang memang sejak lahir ada kekurangan fisik di bagian kedua matanya. “Biasa kami dulu setahunya, anak lahir bisa saja masih tertutup matanya, baru sekian atau delapan hari mata akan membuka dengan sendirinya. Tapi, sekian waktu berjalan, mata Yosi ndak berangsur membuka normal seperti halnya anak-anak lain,’’ ungkap Wahyudi dengan nada sedih karena mengenang.

Wahyudi mengaku pernah membawa Yosi ke RSUD Belitung ketika Yosi berumur satu tahun. Saat itu, petugas medis dari RSUD bilang pokoknya nanti dibawa lagi ke RSUD. Beberapa kali saya bawa ke RSUD, tetap saja tidak ada hasil.

“Yah kami karena ndak ada biaya, sampai sekarang ndak kami bawa ke mana-mana, apalagi ke luar Belitung untuk berobat,’’ papar Wahyudi yang sesekali mengusap kepala Yosi yang berada di sampingnya sembari minum susu Frisian Flag kotak rasa coklat.(bersambung)