Tak Dapat THR, Bisa Lapor ke Posko Pengaduan di DKUKMPTK Belitung

by -
Tak Dapat THR, Bisa Lapor ke Posko Pengaduan di DKUKMPTK Belitung
Ilustrasi.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung, membentuk posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2021. Posko tersebut bertempat di Kantor Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja (DKUKMPTK) Kabupaten Belitung, Jalan Merdeka Tanjungpandan.

Kepala DKUKMPTK Kabupaten Belitung, Adnizar mengatakan, posko ini berfungsi untuk menerima laporan pengaduan dari para pekerja yang merasa dirugikan atau tidak mendapatkan THR dari tempatnya bekerja.

“Jadi silahkan kepada para pekerja yang merasa dirugikan atau tidak mendapatkan THR dari tempatnya bekerja bisa melapor ke posko pengaduan ini,” kata Adnizar kepada Belitong Ekspres, kemarin.

Menurut Adnizar, pembentukan posko tersebut merupakan tindaklanjut dari Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor: M/6/HK/.04/IV/2021, tentang THR Keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan.

“Karena sesuai ketentuannya THR wajib dibayarkan sebelum H-7, dan di edaran itu sudah ada rinciannya, bagi pekerja yang sudah lama bekerja dapat THR-nya berapa,” jelasnya.

Apabila ada perusahaan yang tidak membayarkan kewajiban THR, maka akan diberikan sanksi baik sanksi administrasi hingga pencabutan izin operasional.

“Namun ada juga kebijakan pemerintah, jika ditemukan perusahaan yang tidak mampu memberikan THR, maka nanti akan diaudit mengapa tidak memberikan THR, apa karena pandemi Covid-19 sehingga perusahaannya benar-benar terdampak,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketenagakerjaan DKUKMPTK Kabupaten Belitung, Irwan Akhyar mengatakan posko itu akan dibuka mulai dua minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. “Dua minggu sebelum lebaran posko itu sudah harus dibentuk,” sebutnya.

Irwan mengingatkan perusahaan di Kabupaten Belitung agar dapat menunaikan kewajibannya dalam melakukan pembayaran THR Keagamaan Tahun 2021 bagi pekerja atau buruh di perusahaannya.

“Di surat imbauan sudah jelas bahwa THR wajib dibayarkan sesuai dengan ketentuan paling cepat idealnya adalah H-7 sebelum lebaran. Dan kalaupun ada masalah bisa negosiasi dengan pekerja dan paling lambat 1 hari sebelum hari raya dibayarkan,” ujarnya. (dod)