Tak Kuat Nahan Hawa Napsu, Warga Tanjungpandan Nekat Cabuli Anak Tiri

by -
Tak Kuat Nahan Hawa Napsu, Warga Tanjungpandan Nekat Cabuli Anak Tiri
  Tersangka FM yang memakai baju tahanan saat di Polsek Tanjungpa

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Perbuatan warga Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, benar-benar bejat. Bukannya, merawat dan mendidik anak tirinya dengan baik, malah berbuat cabul.

Gara-gara tak kuasa menahan hawa nafsu, pria berinisial FM (43) tega mencabuli anak tirinya sebut saja Mawar (15). Dia melakukan perbuatan itu di kontrakan yang berada di kawasan Jalan Baru Tanjungpandan, Kamis (28/1) lalu.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian ini, akhirnya diringkus Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan, di Pelabuhan Pelindo Tanjungpandan, Selasa (2/2) sore, setelah mendapat laporan dari ibu korban.

Saat ini dia sudah berada di Polsek Tanjungpandan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. Selain itu, pihaknya kepolisian juga memintai keterangan terhadap saksi-saksi dan barang bukti.

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan Ipda I Made Wisma Rahma Saputra mengatakan, penangkapan FM berawal dari laporan ibu korban yang berinisial S ke Polsek Tanjungpandan. “Orang tua korban melaporkan lantaran anaknya diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh FM,” kata Ipda I Made kepada Beliton Ekspres.

Pria asal Pulau Dewata ini menjelaskan, terbongkarnya kasus pencabulan anak di bawah umur itu berawal saat korban tidak pulang ke Jalan Baru, Tanjungpandan. Korban lebih memilih tinggal di rumah saudaranya.

Ketika ditanya oleh sang ibu, korban mengaku takut pulang. Sebab, wanita yang berstatus pelajar ini telah digerayangi di bagian sensitif tubuhnya oleh pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kejadian itu membuat korban trauma dan ketakutan. Lalu dia memilih untuk tidak pulang ke rumah. Usai mendengar penjelasan dari anaknya, ibu korban langsung melaporkan peristiwa ini,” jelas Ipda I Made.

Usai mendapat laporan tersebut, Jajaran Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan langsung melakukan pencarian terhadap pelaku. Hingga akhirnya pria yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini berhasil diamankan.

Dalam kasus ini, FM dijerat pasal 82 Ayat (1) Undang-undang Nomor 17 tahun 2016, tentang Penetapan Peraturan Pemerintahan Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Adapun ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara. Sementara itu, tersangka FM mengakui perbuatannya. Meski begitu dia sempat berbelit-belit saat diwawancarai wartawan. “Iya benar,” kata FM. (kin)