Tak Patuhi Isolasi Mandiri, Bakal Dicoret Sebagai Warga Belitung

by -
Tak Patuhi Isolasi Mandiri, Bakal Dicoret Sebagai Warga Belitung
Bupati Belitung Sahani Saleh.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Belitung terus melakukan antisipasi pemetaan penyebaran wabah Covid-19 hingga ke tingkat Desa atau kelurahan.

Berdasarkan informasi https://covid19.belitung.go.id/peta-resiko-covid19/ terdapat 6 Desa dan 4 Kelurahan dengan zona merah penyebaran Covid-19, per 17 Mei 2021.

Adapun 6 Desa kategori zona merah yaitu Tanjung Binga, Air Seruk (Sijuk), Air Pelempang Jaya, Air Merbau, Desa Air Ketekok dan Desa Perawas (Tanjungpandan). Sedangkan 4 Kelurahan zona merah Covid-19 adalah Lesung Batang, Kelurahan Paal Satu, Kelurahan Tanjungpendam dan Keluraha Kota Tanjungpandan.

Menanggapi hal itu, Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan, selama ini Pemda selalu mengikuti kode etik khususnya penanganan dan pemberian informasi mengenai orang yang terpapar Covid-19. Meski sudah telah dilakukan sesuai SOP, tetapi masih banyak masyarakat yang tidak mengikuti atau “tengkaran” (bandel).

“Kita sebagai daerah punya inisiatif, bagaimana itu bisa terpenuhi. Mungkin bagi masyarakat pandemi ini dianggap main-main, sehingga penularan ini terjadi karena tidak disiplin. Oleh karena itu, kita akan mempersempit peta penyebaran wabah Covid-19 sampai ke Desa dan Kelurahan,” kata Bupati Belitung kepada Belitong Ekspres.

“Seperti saat ini Desa dan Kelurahan sudah kita petakan, desa ini merah, hijau dan kuning. Nah untuk yang merah ini kita lihat penanganannya apakah ini klaster keluarga, tempat hiburan atau yang lain, itu akan kita pilah bisa saja mereka komorbid,” sambung Bupati yang karib disapa Sanem.

Lebih dikatakannya, bisa saja yang terpapar itu bukan karena komorbid tetapi memang tidak disiplin Protokol Kesehatannya. Misalnya anak muda berkerumun tidak menggunakan masker dan yang bersangkutan OTG karena imun tubuhnya kuat. Akan tetapi keluarga di rumah tidak kuat imun tubuhnya, sehingga menyebar di keluarga mereka.

Maka dari itu Bupati Belitung meminta pengawasan di desa lebih ditingkat lagi. “Kita tekankan desa yang zona merah itu tetap melakukan pengawasan, tidak cukup hanya dinas kesehatan. Jadi perangkat desa juga lakukan itu, karena mereka punya dana untuk penanganan Covid ini,” sebut Sanem.

Kemudian kata Sanem, nanti akan terlapor mereka yang terpapar Covid-19. Lantas dari Dinas Kesehatan bakal koordinasi dengan Kominfo Belitung. Selanjutnya diteruskan ke Desa atau Kelurahan beserta fotocopy identitas mereka yang terpapar untuk segera isolasi. “Apabila mereka isolasi mandiri, Desa juga harus mengawasi,” katanya.

Apabila ada masyarakat yang terpapar Covid-19, tetapi dia tidak melaksanakan isolasi mandiri sehingga menyebabkan penyebaran wabah Covid-19. Maka akan diberikan sanksi tegas oleh Pemerintah Daerah.

“Misalnya orang itu tidak dianggap sebagai warga masyarakat situ, kalaupun orang itu (terpapar) tengkaran, dan dia tetap begitu, Kades keluarkan surat bahwa dia dikeluarkan dari desa itu, dan tembusan ke Bupati untuk dicoret di Dukcapil sebagai warga Belitung, jika dia tidak patuh,” tandasnya.

Sanem menambahkan, Pemkab juga akan mengundang, Kapolsek, Babinsa, Babinkamtibmas, Camat dan Kepala Desa, Lurah untuk melaksanakan rapat membahas penanganan kasus Covid-19 tersebut.

“Salah satunya, rumah yang lakukan isolasi mandiri akan ditempel stiker bertulisan “Rumah Ini Isolasi Mandiri Covid-19″. Nah jadi orang berkunjung mikir-mikir, dan orang itu tidak boleh keluar kalau isolasi mandiri,” tandasnya. (dod)