Talud Pantai Sengaran Mulai Retak dan Terkikis

by -

*Nelayan: Kami Agak Ragu Dengan Fisik Bangunan Talud

foto B HL

Salah seorang nelayan menunjuk bagian talud penahan gelombang Pantai Sengaran yang mulai retak dan terkikis.

KELAPA KAMPIT – Talud pengaman abrasi pantai Sengaran Desa Mayang Kecamatan Kelapa Kampit Belitung Timur (Beltim), telah selesai dibangun. Talud sepanjang 500 meter tersebut, menutupi garis pantai yang selalu dihantam ombak besar pada musim tertentu.

Pantauan Belitong Ekspres akhir pekan (19/4) kemarin, jika dilihat sekilas, kondisi talud masih dalam keadaan baik. Namun, di beberapa bagian talud mulai tergerus air laut dan terlihat menggantung di atas pasir pantai.

Beberapa nelayan yang biasa menambatkan perahu di Pantai Sengaran mengakui pentingnya talud. Hanya saja, mereka meragukan kekuatan talud menahan gelombang pasang pantai Sengaran. Pasalnya, ketinggian talud tidak sesuai dengan ketinggian gelombang pada musim tertentu.

“Kami agak ragu dengan fisik bangunan talud. Sepertinya tidak akan mampu menahan gelombang,” ujar salah nelayan pantai Sengaran yang ditemui di pantai Sengaran Minggu (19/4) kemarin.
Hal senada juga dikatakan Rudi (35), pengunjung pantai Sengaran yang kebetulan datang bersama keluarga. Menurutnya, pembangunan talud belum mendesak diperlukan. Pasalnya, garis pantai cukup jauh dan talud minim fungsi.

“Belum terlalu penting bang, talud juga dibangun ke dekat jalan. Jadi fungsinya minim benar. Seharusnya bangunnya agak ketengah dan ditimbun agar luas daratan pantai ini agak lebar,” ujarnya.
Masih dari pantauan harian ini, Talud penahan gelombang memang jauh dari garis pantai. Pemisahnya adalah gusong berjarak lebih dari 150 meter yang memisahkan garis pantai dan daratan.
Adapun bentuk talud penahan gelombang di Pantai Sengaran, terbuat dari ratusan gorong-gorong beton berdiameter kurang lebih 1 meter. Gorong-gorong disusun berdiri sepanjang pantai dengan cara dipasang bertingkat. Kemudian, pada sisi tengah lubang ditutup kembali dengan cor semen di bagian atas dan dirapikan menggunakan lapisan semen.
Berdasarkan dokumen yang didapat harian ini, pembangunan talud pengaman Pantai Sengaran merupakan proyek Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII. Dilaksanakan oleh PT. Istana Soguyuho Utama, pembangunan menelan biaya sebesar Rp. 2.778.440.000,00,- pada tahun anggaran 2014 dengan menggunakan dana APBN.
Namun panjang talud yang dibangun beberapa waktu lalu, katanya dibuat sepanjang 500 meter dan nampak kemarin para pekerja sepertinya mau menambah lagi panjang talud tersebut, dengan sudah menyiapkan bahan baku, alat berat (Eksavator kecil, red), dan sudah mendirikan tenda untuk pekerja. Padahal panjang talud diperkirakan sudah menyampai 500 meter. (feb)

Ket foto :Kondisi terakhir bangunan talud setelah dibangun, yang dikatakan menggunakan sistem cor beton, namun nampak keretakan dan serpihan beton yang dimaksud sudah menampakan ambruk. (foto diambil Minggu (19/4) kemarin).