Talud Retak, Kontraktor Siap Bertanggung Jawab

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Masih Dalam Masa Pemeliharaan, Tetap akan Diperbaiki

foto tengah2

Foto: Kondisi terkini talud pengaman abrasi di Pantai Sengaran Kelapa Kampit

KELAPA KAMPIT – PT. Istana Soguyuho Utama selaku kontraktor proyek talud pengaman abrasi Pantai Sengaran Desa Mayang Kecamatan Kelapa Kampit Belitung Timur, menyatakan siap bertanggung jawab atas kondisi fisik talud yang mulai retak dan tergerus air laut.
Direktur PT Istana Soguyuho Utama, Basir menegaskan, selama dalam masa pemeliharaan poyek talud sepanjang 500 meter tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor. Jadi, apabila talud yang menelan biaya sebesar Rp. 2.778.440.000,00 rusak tetap akan diperbaiki.
“Sepanjang FAO-nya belum diterima PU masih pemeliharaan. Jadi atas segala kerusakan dan lain-lain masih tanggung jawab kontraktor untuk memperbaikinya,” tegas Basir saat menghubungi Belitong Ekspres, Selasa (21/4) kemarin.
Mengenai kualitas talud tersebut, Basir juga mengatakan sudah dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang ada dalam dokumen kontrak. Sehingga ia berani menjamin talud pengaman gelombang itu kuat dan bisa bertahan lama.
“Kalau misalnya ada masyarakat yang meragukan kekuatan talud, itu hak mereka. Tapi kami selaku kontraktor jamin talud yang dibangun berkualitas, kuat dan tahan lama,” tegasnya kembali sembari menutup pembicaraan.
Sebelumnya diberitakan, talud pengaman Pantai Sengaran yang merupakan proyek Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, telah selesai dibangun. Namun kondisi fisik proyek APBN tahun 2014 itu, kini mulai rusak.
Pantauan Belitong Ekspres Minggu (19/4) pekan lalu,  jika dilihat sekilas kondisi talud masih dalam keadaan baik. Namun, di beberapa bagian talud mulai tergerus air laut dan terlihat menggantung di atas pasir pantai.

Baca Juga:  Festival Desa Wisata Belitung Akan Digelar 18-21 Juli 2019
Baca Juga:  Jaksa Tetap Kukuh Pada Tuntutannya

Beberapa nelayan yang biasa menambatkan perahu di Pantai Sengaran mengakui pentingnya talud. Hanya saja, mereka meragukan kekuatan talud menahan gelombang pasang pantai Sengaran. Pasalnya, ketinggian talud tidak sesuai dengan ketinggian gelombang pada musim tertentu.

“Kami agak ragu dengan fisik bangunan talud. Sepertinya tidak akan mampu menahan gelombang,” ujar salah nelayan yang ditemui di Pantai Sengaran Minggu (19/4) kemarin. (yud)

Tags:
author

Author: