Talud Retak Penyebab Longsor

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

//Awalnya Dikira Gempa

PANGKALPINANG – Hujan lebat yang mengguyur Kota Pangkalpinang, Rabu (8/4) sore mengakibatkan terjadinya longsor di wilayah Bukit Merapin dan membuat talud yang tidak jauh dari rumah Aulia (43) pecah.
Menurut Aulia yang mengaku baru 2 tahun menempati rumah tersebut, talud yang membentuk alur aliran air itu memang sudah lama retak, jadi jika hujan deras, maka air akan masuk melalui celah retak pada talut tersebut. Apalagi talud itu pun diperkirakan berumur 8 tahun sehingga tak sanggup lagi membendung air.
“Titik temu air yang jatuh kesini berasal dari lima aliran air, ditambah sudah lama, wajar saja roboh. Sebenarnya disini harus dibuat talud yang berbeda dengan yang lainnya. Talud harus berkualitas, minimal harus ada apolo atau cakar ayam untuk kontruksi,” harap dia.
Untuk menghindari tanah agar tidak turun karena terbawa arus air, hari itu juga diakui Aulia dirinya langsung memesan 400 kayu bulat yang kemudian ditanam dipinggir rumahnya guna menahan tanah itu. Sementara satu unit eskafator mini diturunkan untuk membersihkan puing-puing beton rumah yang menutup bandar aliran air tersebut.
“Pagi tadi kita sudah temui orang dari dinas Pekerjaan Umum Kota Panngkalpinang, katanya mereka akan datang kesini, untuk menangani masalah talut ini. Mudah-mudahan mereka datang dan memperbaikinya,” jelasnya.
Aulia pun kembali menceritakan kronologis kejadian hingga terjadinya longsor dan pagar rumah miliknya yang amblas, bahkan hingga mengancam rumahnya yang ikut roboh. Awalnya diceritakan Aulia terdengar suara seperti ledakan yang cukup dahsyat yang ternyata bersumber dari suara jatuhnya pagar beton pinggir rumahnya yang membentang sepenjang 22 meter itu.
“Bunyi beton yang jauh terdegar kuat, sampai-sampai orang sekitar pada keluar semua, ada yang mengira suara ledakan dari tabung gas bengkel mobil. Mulanya saya kira ini gempa,” cerita suami dari Dokter Sugiarti itu.
Dilanjutkannya, dengan adanya getaran dan suara yang keras sontak membuatnya yang saat itu sedang sibuk mencuci mobil langsung menyelamatkan mobil ke tempat yang lebih aman, agar tidak ikut terguling kedalam alur aliran air seperti pot bunga miliknya.
“Setelah dicek ternyata tanggul aliran air yang mengalirkan secara langsung ke kolong Retensi Kacang Pedang jebol, sementara pagar rumah saya berada di atasnya jadi roboh,” katanya melanjutkan.
Sementara, salah satu anggota DPRD Kota Pangkalpinang, yakni Taufik, datang ke lokasi sore itu juga saat mendengar kabar adanya longsor. Melihat peristiwa itu dia pun langsung menelpon dinas terkait untuk segera menangainya.
“Kita sebagai wakil rakyat khawatir melihat kondisi rumah itu, lihat saja nyaris terbelah dua, untung saja tidak ada korban jiwa, karena biasa anak-anak sering main disitu kalau hari hujan. Saya sudah meminta dinas PU untuk segera menyelesaikannya, jangan sampai kejadian ini terulang kembali,” tegas Politisi Partai Bulan Bintang itu, sembari berkata, akibat kejadian itu korban harus menderita kerugian materil hingga puluhan juta. (cr61)

Baca Juga:  46 Pelamar Lolos CPNS Kemenag Babel

Rate this article!
Tags:
author

Author: