Talud Sengaran Belum Diperbaiki

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Sebelumnya, Kontraktor Menyatakan Siap Bertanggung Jawab

foto HL

Kondisi Talud pengaman Pantai Sengaran yang sudah menggantung tergerus air laut, foto diambil Sabtu (25/4).

KELAPA KAMPIT – Rencana perbaikan talud pengaman Pantai Sengaran Desa Mayang Kecamatan Kelapa Kampit, masih belum dilakukan pihak kontraktor. Kepastian tersebut didapat setelah harian ini melakukan pengecekan langsung ke lokasi, Sabtu (25/4) pekan lalu.

Saat itu, di lokasi memang sedang ada pelaksanaan pekerjaan proyek, yakni penimbunan badan jalan pantai Sengaran dan proyek lanjutan pembuatan talud pengaman pantai sepanjang kurang lebih 250 meter, arah sebelah timur Sengaran.

Terkait proyek talud pengaman Pantai Sengaran tahun anggaran 2014, sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda untuk diperbaiki. Seperti kondisi sebelumnya, beberapa gorong-gorong yang dijadikan media pengaman terlihat mulai keropos di terjang ombak.

Tumpukan bebatuan yang terpasang di depan gorong-gorong cukup menahan sementara hempasan ombak pantai Sengaran. Namun beberapa sisi talud pengaman, terutama di sebelah barat cukup rawan kerusakan. Pasalnya, talud tersebut selalu menjadi sasaran ombak pantai Sengaran.

Baca Juga:  Bupati Yuslih Inginkan Setiap Anak Mampu Baca Al Qur'an

“Katanya sebelah sana memang agak besar ombaknya, ketimbang sebelah sini,” ungkap salah seorang pekerja talud lanjutan yang dikerjakan CV. Karya Abadi, ditemui harian ini.

Sementara itu, penimbunan di badan jalan Pantai Sengaran yang juga menutup talud, sempat diduga sebagai pekerjaan perbaikan talud. Namun, setelah dikonfirmasi ternyata pekerjaan tersebut merupakan penimbunan yang dilaksanakan CV. Trust milik salah satu kontraktor lokal.

Masyarakat nelayan tentunya berharap setiap pembangunan, seperti proyek talud pengaman pantai dikerjakan dengan baik dan sesuai dengan spek yang tertera di draf pengerjaan proyek tersebut.

“Kami tak ingin pembuatan talud ini hanya bertahan sebentar, belum 1 tahun sudah rusak. Jika bisa talud ini akan lama bertahan, agar tak membuang duit negara, buatlah dengan baik dan sesuai dengan apa yang sudah tertera di spek dan draf yang ada,” sebut Andi (35), warga Kecamatan Kelapa Kampit.

Diberitakan sebelumnya, PT. Istana Soguyuho Utama selaku kontraktor proyek talud pengaman abrasi Pantai Sengaran Desa Mayang Kecamatan Kelapa Kampit Belitung Timur, menyatakan siap bertanggung jawab atas kondisi fisik talud yang mulai retak dan tergerus air laut.
Direktur PT Istana Soguyuho Utama, Basir menegaskan, selama dalam masa pemeliharaan poyek talud sepanjang 500 meter tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor. Jadi, apabila talud yang menelan biaya sebesar Rp. 2.778.440.000,00 rusak tetap akan diperbaiki.
“Sepanjang FHO-nya belum diterima PU masih pemeliharaan. Jadi atas segala kerusakan dan lain-lain masih tanggung jawab kontraktor untuk memperbaikinya,” tegas Basir saat menghubungi Belitong Ekspres, Selasa (21/4) kemarin.
Mengenai kualitas talud tersebut, Basir juga mengatakan sudah dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang ada dalam dokumen kontrak. Sehingga ia berani menjamin talud pengaman gelombang itu kuat dan bisa bertahan lama.
“Kalau misalnya ada masyarakat yang meragukan kekuatan talud, itu hak mereka. Tapi kami selaku kontraktor jamin talud yang dibangun berkualitas, kuat dan tahan lama,” tegasnya kembali sembari menutup pembicaraan.(feb)

Rate this article!
Tags:
author

Author: