Tambang Rajuk Pok I Sepi

by -

*Pengurus Terkesan Berusaha Menghindar

GANTUNG – Aktifitas tambang rajuk di kawasan Pok I, Desa Batu Penyu Kecamatan Gantung, mulai berkurang. Tiga bulan lalu, sekitar 90 set ponton peralatan rajuk yang beroperasi di wilayah tersebut, kini hanya tersisa kurang lebih 30 set ponton.
Menurut pengakuan salah seorang penambang, berkurangnya jumlah set ponton dikarenakan biaya operasional dan perolehan hasil tidak sebanding. Kondisi tersebut menyebabkan pemilik peralatan memilih membongkar peralatan atau mencari lokasi baru.
“Selain itu, harga timah di pengumpul jauh merosot dan tidak sebanding dengan pendapatan. Bahkan beberapa hari belakangan, penambang hanya menghasilkan kurang dari 10 kilogram per ponton,” ungkap salah seorang penambang yang enggan namanya diberitakan, Sabtu (11/4) pekan lalu.
“Kemarin (Jum’at), harga timah juga turun sekitar enam ribuan. Kalau perkilonya paling sekitar Rp 80 ribu. Sangat tidak sebanding dan menyulitkan penambang yang hasilnya tidak seberapa,” lanjutnya.
Di sisi lain, penghasilan penambang diduga tidak maksimal karena harus memberi sumbangan kepada pengurus dan atau oknum tertentu, tanpa alasan yang jelas. Bahkan, ketika harian ini bermaksud mengkonfirmasi kondisi terakhir aktifitas tambang rajuk Pok I, pengurus berusaha menghindar seakan takut diketahui aktifitas yang sebenarnya.
Pengurus juga terkesan tidak bersahabat dan mencurigai setiap tamu yang tidak dikenal masuk ke lokasi yang sempat ditertibkan pihak aparat tersebut. Akibatnya, upaya menemui pengurus tidak mendapat sambutan yang baik.
Konfirmasi sambungan seluler melalui Ketua Asosiasi Tambang Rakyat Daerah (Astrada) Kabupaten Beltim, Yodi Haspiniwyodi juga gagal memperoleh jawaban, karena yang bersangkutan sedang di luar kota. Yodi hanya mengarahkan untuk menemui pengurus Pok I. Konfirmasi hanya didapat dari pekerja tambang yang sedang tidak bekerja.
“Jauh kurang hasilnya bang. Sekarang sudah banyak yang bongkar dan pindah ke lokasi baru. Dengar-dengar (lokasi baru, red) bisa dapat satu karung perhari,” keluh para penambang.
Pantauan Belitong Ekspres, kondisi pos penjagaan merangkap pos penampungan hasil tambang di Pok I, terlihat sepi aktifitas. Puluhan sepeda motor pekerja tambang terparkir di pos, diakui jauh berkurang jika dibandingkan beberapa bulan lalu.
Pos penampungan yang biasanya ramai antrian penambang untuk menimbang timah hasil rajuk, juga terlihat hanya sesekali melayani. Itupun dengan hasil yang tidak sebanding. “Sudah banyak pindah mencari lokasi baru. Yang bertahan juga tidak lagi banyak, mereka hanya memilih bertahan sampai ketemu lokasi baru,” terang para penambang yang sempat berbincang dengan harian ini Sabtu pekan lalu. (feb)