Tangkap Pembuang Sampah Sembarangan, Bupati Beltim Tawarkan Hadiah Rp 5 Juta

by -
Tangkap Pembuang Sampah Sembarangan, Bupati Beltim Tawarkan Hadiah Rp 5 Juta
Bupati Beltim Burhanudin.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Bupati Belitung Timur (Beltim) Burhanudin menawarkan hadiah uang sebesar Rp 5 juta bagi siapa saja yang menangkap pelaku pembuangan sampah sembarangan. Dirinya berharap ada efek jera bukan hanya pelaku tapi berlaku bagi siapapun.

“Saya tawarkan sayembara sebesar Rp 5 juta dari BOP saya bagi masyarakat yang dapat menangkap orang yang buang sampah di tempat-tempat yang tidak ditentukan, seperti yang buang sampah di jembatan dan lewat Jembatan Sungai Manggar, sampah yang ada di di Kolong Kero,” ungkap Burhanudin ketika menghadiri Rembug Desa ODF/STBM Tahun 2021 di Auditorium Zahari MZ, Senin (12/4).

Dia mengungkapkan perilaku membuang sampah sembarangan bahkan dilakukan oknum PNS ketika pagi hari saat menuju kantor. Menurutnya, sampah yang dibuang sembarangan tetap akan dibersihkan petugas kebersihan namun alangkah baiknya jika sampah dibuang pada tempatnya agar petugas kebersihan lebih mudah mengangkutnya.

“Ada petugas kebersihan yang kerja, semangat kerja tapi enggak manusiawi juga kalau kita mengharapkan mereka melakukan kegiatan (buang sampah sembarangan) yang salah dari kita,” jelas Bupati Beltim Burhanudin yang akrab disapa Aan.

Selain soal buang sampah sembarangan, Aan juga menginstruksikan agar seluruh Desa di Kabupaten Beltim tidak mencari alasan untuk tidak mendeklarasikan Desa ODF/STBM pada tahun 2021. Penekanan serupa juga disampaikan Aan kepada Ketua APDESI selaku organisasi yang menaungi Kepala Desa.

“Saya minta di tahun 2021, tidak ada alasan lagi untuk tidak mendeklarasikan. Kepada Ketua APDESI segera menegaskan dengan seluruh Kepala Desa tidak ada lagi kata main-main, upaya untuk cari alasan dan tidak ada kerja untuk menyelesaikan ODF. Malu kita sebagai pemimpin di desa kita kalau kita tidak mampu menyelesaikan masalah ODF dan mengenai masalah penyelenggaraan Desa menjadi ujung tombak terdepan,” bebernya.

Ia juga berharap, tiga pilar Desa bekerjasama dalam mengatasi masalah ODF/STBM di desa masing-masing. “Libatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa sebagai pemicu masyarakat di wilayahnya tidak mau air besar sembarangan. Agar di tempat kita semua itu (tiga pilar Desa) berfungsi secara maksimal,” jelasnya.

Aan menambahkan, saat ini sebanyak 24 Desa telah mendeklarasikan ODF/STBM dan masih tersisa 15 Desa yang melaksanakannya. Sebab itu, Aan menekankan agar Kepala Desa dan stakeholder dalam perwujudan desa STBM dapat melakukan tugas dan fungsinya.

“Harapan ini tentu sulit terwujud tanpa ada sinergitas dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kesadaran kita, semangat kita serta membulatkan tekad kita untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya. (msi)