Tangkapan Nelayan Pesisir Menurun

by -

*Di Beltim Aspirasi Soal Kapal Isap Mencuat

foto tengah 2- ayub dkp ri
Ayub Faidiban

TANJUNGPANDAN-Direktur Eksekutif Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) Ayub Faidiban, Kementerian Kelautan Perikanan, didampingi sejumlah staf melakukan pemantauan dan menyerap aspirasi nelayan di pesisir. Selain di Belitung, Ayub didampingi pejabat dari Satuan Kerja Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kabupaten Beltim, Pribadi Wahono, juga berkunjung ke Belitung Timur (Beltim).

“Masalah yang dihadapi para nelayan ini nanti akan saya sampaikan kepada Bu Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan Perikanan RI, “ujar Ayub pada Belitong Ekspres Rabu (24/5) kemarin. Ayub menjelaskan, kekawatiran yang membuat resah para nelayan khususnya di daerah Belitung Timur yaitu persoalan kapal isap. Selain itu, persoalan menurunya tangkapan nelayan juga disampaikan para nelayan.
Menurut Ayub, Pemerintahan Daerah (Pemkab) harus mendukung dan mensejahterahkan para nelayan. Sbab, jika dunia perikanan betul-betul digarap dengan benar dan bijak, itu bisa menopang perekonomian masyarakat.

“Belitung dan Belitung Timur ini luar biasa atas apa yang dianugarehkan oleh Maha Pencipta dengan wisata yang indah dan biota laut yang mempunyai nilai ekspor tinggi. Ini bisa menjadi harapan besar kedepan untuk menopang kemakmuran rakyat,” jelas Ayup
Kata Ayub, dengan adanya kapal isap, tentu ekosistem pantai akan rusak dan efeknya ikan-ikan akan susah dicari. Lantas, akan berdapak pula pada wisata bahari di kemudian hari.

“Masalah kapal isap yang ada di Bangka Belitung ini sudah saya sampaikan kepada Komisi Pemberantasan Koruspsi (KPK) terkait persolan izin dan itu sedang dalam proses di KPK,” ungkap Ayub.

Lebih jauh Ayub mengatakan, masyarakat Belitung dan Beltim tidak perlu kawatir jika, tambang timah di sini dihentikan dan masyarakat tidak punya penghasilan. Dia mencontohkan dengan melihat daerah Raja Empat. Dulu daerah tersebut merupakan daerah yang notabene daerah tambang nikel. Namun, dengan keberanian dan program dari pemerintah daerah dengan dukungan masyarakatnya  dalam memajukan daerahnya menjadi daerah wisata.

“Sekarang siapa yang tak kenal dengan daerah Raja Ampat. Seiring dengan berkembangnya daerah wisata di Raja Ampat mampu menopang perekonomiannya,’’ ucapnya.

“Terimakasih kepada masyarakat Beltim yang sudah memberikan tongkat komando dan ini merupakan sebuah amanah untuk membantu masyarakat, “ sambungnya.
Sekertaris Lembaga Kelautan & Perikanan Indonesia (LKPI)  P. law pada BE mengatakan, aturan soal kapal timah ini harus jelas. Kemudian, pemerintah daerah harus tegas dan mengevaluasi izin kapal hisap di bangka belitung.

“Mudah-mudah KPK bisa cepat menyelesaikan persoalan kapal isap ini, sehingga anugrah dari yang Maha Kuasa atas pantai yang indah juga kekayaan perikanan di Babel tetap terjaga. Kita tidak anti dengan kapal isap tapi izin aturan ruang lingkup kapal isap ini harus jelas dan dikaji kembali secara mendalam,” pungkasnya.(mg1)