Tapi Ada yang Kecewa Cincin GMT Tertutup Awan

by -

 

Masyarakat Cukup Puas Saksikan GMT

????????????????????????????????????

Foto: Suasana puncak pengamatan GMT 2016 dari Pantai Nyiur Melambai, Desa Lalang Manggar, Rabu (9/3) pagi kemarin.

MANGGAR – Puluhan ribu warga Manggar dan wisatawan tumpah ruah menyaksikan saat-saat detik Gerhana Matahari Total (GMT) dari salah satu spot pemantauan GMT, Pantai Nyiur Melambai Desa Lalang Kecamatan Manggar (Rabu (9/3) pagi. Sejak pukul 06.00 WIB warga sudah ramai memadati pantai tersebut, karena memang pantai Nyiur Melambai dijadikan titik spot oleh Pemda Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Sayangnya moment yang dinantikan tak sesempurna yang diharapkan, gugusan awan putih menutupi cincin GMT. Meski beberapa warga mengaku cukup puas menyaksikan moment langka ini, namun tak sedikit yang menyayangkan karena tidak sesuai seperti yang diharapkan.Pantauan Belitong Ekspres, Rabu (9/3) pagi, di lapangan, langit di atas Pantai Nyiur Melambai cukup cerah, hanya saja segumpalan awan menghalangi cahaya matahari. Awal ini sudah mulai terlihat sejak dari pagi hari, dan tak beranjak hingga selesainya gerhana. Saat-saat puncak GMT di Kabupaten Beltim sendiri terjadi sesuai prediksi, yakni hampir tepat pada pukul 07.20 WIB, Selama 2 menit 13 detik, hari menjadi gelap seperti saat menjelang Magrib (Malam hari,red) tanpa adanya cahaya bulan. Fase gerhana, yakni saat bulan mulai menutupi matahari terjadi kurang lebih pada pukul 06.45 WIB, dan selesainya pada pukul 07.50 WIB. Bukan hanya warga Beltim, namun juga nampak Bupati Beltim, Yuslih Ihza SE, Ketua DPRD Beltim, Tom Haryono Harun, Kapolres Beltim, AKBP, Nugrah Trihadi S.ik, beserta forkominda turut menyaksikan fenomena alam tersebut.Yuslih mengaku cukup puas dengan kejadian GMT, meski tak sesempurna yang diharapkan. Ia datang ke Pantai Nyiur Melambai, seusai melaksanakan shalat Gerhana di Mesjid Agung Darussalam Manggar. “Ada yang menarik dari GMT ini, Kita sebagai menyadari ini adalah momen yang sangat besar, bahwa seluruh umat tentunya harus mengoreksi/instrofeksi diri. Bahwa kekuasaan Yang Maha Kuasa itu besar. Selain itu, yang bisa kita ambil dari momen ini adalah untuk membangkitkan kembali ke Pariwisataan kita, dengan adanya GMT ini tentunya akan lebih banyak orang mengenal daerah kita, lihat sajalah wisatawan yang datang, sangat membludak. tentunya di mana tempat Matahari terbit yakni di bagian timur,” ungkap Yuslih.Sementara itu, Wakil Bupati Beltim, Burhanudin, usai melaksanakan shalat Gerhana di Mesjid Al-Hidayah bersama DPD KNPI Beltim, dan GP.Ansor Beltim, juga langsung menuju Pantai Nyiur melambai. Aan sapaan akrab Wabup Beltim, mengatakan bahwa ini merupakan peristiwa yang sangat berharga.Aan ingin setelah GMT ini Kabupaten Beltim pada umumnya akan menjadi tempat tujuan wisata bagi wistawan. Dan tetap akan saling bersinergi dengan Kabupaten Belitung dalam hal membangun kebersamaan dalam kemajuan.”Jadikan ini sebagai momen terbesar bagi kita. Dan bagi saya GMT ini merupakan momen kebangkitan pariwisata bagi Kabupaten Beltim pada khususnya dan pulau Belitung pada umumnya,” ujar Aan.Diketahui ada titik spot yang ada di Beltim, diantaranya di pantai Serdang, pantai Olivir, Bukit Samak A1, pulau Buku Limau, pantai Tambak Damar, dan pantai Senggaran Kelapa Kampit. Bahkan hampir disemua titik spot tersebut padat dikunjungi warga.Seperti halnya di pantai Olivir Manggar, dimana disana tempatnya para fotografer yang juga diramaikan wisatawan mancanegara yang sempat menginap dengan melakukan camping.Menurut informasi di Olipir Manggar, juga mengalami kondisi yang sama. Para fotografer yang berusaha mengabadikan momen GMT dari titik pantau di Pantai Olivier Desa Lalang Kecamatan Manggar, namun tidak sangat sempurna karena GMT yang sempat tertutup awan.Andy Wang (28), salah seorang fotografer mengungkapkan hasil fotonya tidak sesuai seperti yang diharapkan, mengingat moment puncak GMT tertutup awan. Kondisi ini membuat hasil jepretan para fotografer profesional ini jadi kurang maksimal.”Sama seperti halnya di Pantai Lalang (Pantai Nyiur Melambai,red), gak dapat momentnya, karena tertutup awan dan gelapnya tidak sempurna, meski demikian Kami tetap melakukan yang terbaik, pada momen seperti ini, dan Kami cukup puas,” sebutnya kepada wartawan. Meski GMT merupakan siklus 30 tahunan sekali, namun moment GMT diperkirakan baru akan kembali melintasi Pulau Belitung pada 350 tahun lagi. Kondisi ini yang membuat warga agak sedikit kecewa tidak dapat menyaksikannya dengan sempurna. (feb/hms)