Tare Optimis Perekonomian di Belitung 2020 Membaik

by -
Tare Optimis Perekonomian di Belitung 2020 Membaik
H Muchtar Mutong (Tare).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Masyarakat Belitung optimis perekonomian di tahun 2020 akan membaik dibandingkan 2019. Khususnya di bidang pariwisata. Sebab, di tahun 2020 ini, ada puluhan even akan dilaksanakan di Kabupaten Belitung.

Tentunya dengan adanya kegiatan tersebut akan menarik minat wisatawan berlibur ke Belitung. Selain itu kabar adanya penerbangan dari sejumlah maskapai, juga mempengaruhi. Apalagi harga tiket ke Belitung relatif terjangkau.

Tokoh Masyarakat Belitung H Muchtar Mutong (Tare) mengatakan, dilihat dari ritme pada bulan Oktober hingga Desember 2019 mengalami kenaikan di sektor pariwisata. Bahkan, jumlahnya bisa dikatakan naik drastis.

“Jumlahnya naik drastis dibandingkan awal tahun 2019, yang mengalami penurunan akibat dampak tiket mahal,” kata H Tare, kepada belitongekspres.co.id, Rabu (1/1/2020).

Kenaikan itu lantaran banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Belitung. Khususnya wisatawan asing dari penerbangan langsung dari Tanjungpandan-Kuala Lumpur Malaysia. Yakni AirAsia.

“Perputaran ekonomi tahun 2020 ada harapan. Asal sektor pariwisata berjalan dengan dengan baik meskipun perekonomiannya di nasional sangat memperhatikan,” kata pemilik Kareso Resto ini.

Oleh karena itu, untuk memajukan pariwisata di Belitung dia meminta kepada pemerintah untuk gencar mempromosikan di luar. Sehingga masyarakat maupun wisatawan tertarik untuk datang ke Negeri Laskar Pelangi.

“Selain itu beberapa even harus dibenahi. Seperti acara Festival Tanjung Kelayang. Jika tidak mampu mendatangkan wisatawan dalam jumlah banyak, maka harus di evaluasi,”tegas mantan Anggota DPRD Babel.

Tare menambahkan mengenai masalah perekonomian yang terjadi di Belitung, pemerintah harus mencari solusi. Khususnya mengenai sayuran dan buah-buahan. Sebab hal ini yang menjadi pemicu mahalnya harga. Tidak hanya itu, saat ini harga ikan di Belitung juga mahal. Terutama pada jenis tertentu. Karena menurut Tare hampir semua jenis ikan yang ada di Kabupaten Belitung, di ekspor ke luar negeri.

‘Sayuran dan buah kita mengambil dari luar Belitung. Tentunya membutuhkan biaya tinggi. Kalau biaya tinggi tentunya bahan pokok akan mahal. Itu yang membuat inflasi di Belitung tinggi,” tuturnya. “Lebih aneh lagi, harga ikan di Belitung mahal. Padahal Belitung merupakan daerah kepulauan. Maka dari itu kita harus cari solusinya,” pungkas H Tare.

Editor: Yudiansyah
Reporter: Ainul Yakin