Tarian Pendulang Timah akan Tampil di Museum Kata

by -1 views

*Hari ini, Pukul 14.30 WIB, Hadir Sebagai Sebuah Ironi di Masyarakat

TANJUNGPANDAN-Bagi Anda warga masyarakat maupun turis yang belum sempat menyaksikan Tarian Pendulang Timah di ajang Festival Laskar Pelangi 2015 lalu, tak ada salahnya jika menyimak informasi ini. Sebab, hari ini, Jumat (4/9) mulai pukul 14.30 WIB, Tarian Pendulang Timah yang fenomenal itu akan tampil di Museum Kata Andrea Hirata di Gantong, Belitung Timur.
Pembina Sanggar Belitong Alek mengatakan, dirinya merasa bangga ada pihak yang sudah meminta para seniman dan penari dari Sanggar Belitong untuk tampil. “Syukurlah, kami dapat “job”, besok Jumat di Museum Kata dengan menampilkan 50 penari, dan kami akan berikan yang terbaik,’’ ungkap Alek.
Sementara itu, Pendiri Museum Kata Andrea Hirata menyatakan, Tarian Pendulang Timah harus bisa dijadikan ikon pariwisata Belitong agar daerah ini memiliki atraksi yang beda. “Tentu banyak produk seni budaya Belitong, namun tarian ini memang muncul dari sebuah ironi di kehidupan masyarakat Belitong yang sebagian besar menambang timah selama puluhan, bahkan ratusan tahun,’’ ungkap Andrea Hirata.
Dirinya meminta kepada semua pihak, khususnya stake holder (pemangku kepentingan,Red) di sektor pariwisata untuk saling bekerja sama memajukan sektor pariwisata. Salah satunya dengan memberikan apresiasi terhadap karya-karya kreatif anak-anak Belitong atas hasil karya mereka, termasuk para koreografernya.
“Semoga Tarian Pendulang Timah ini bisa menginspirasi para seniman dan pegiat seni atau siapapun untuk lebih produktif dalam berkarya,’’ terangnya.
Menyangkut Museum Kata yang hendak diproyeksikan menjadi Museum Sastra Indonesia, Andrea mengaku saat ini sudah mengajukan kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Intinya, dia mengajak kementerian untuk bersama-sama membangun Museum Pendidikan di Belitung.
“Konsep saya Museum Pendidikan ini lebih fokus kepada materi-materi narasi dan deskripsi. Bukan pada konsep ekshibit atau banyak memamerkan benda-benda. Dan akan lebih indah jika didukung dengan teknologi informasi sehingga menjadikan Museum lebih bisa dicintai dan disukai banyak orang,’’ pungkasnya.(agu/kin)