Tarian Pendulang Timah dapat Award

*Dari Original Rekor Indonesia sebagai Tarian Kolosal dengan Penari Body Painting Terbanyak

foto B1 TENGAH  - pendulang timah dapat-ORI WARD - Copy

RajaBackLink.com

Sajian Tari Pendulang Timah Kolosal. Foto kanan: Dodi saat menerima Award dari Pimpinan ORI Agung Elvianto (kiri)

TANJUNGPANDAN-Prestasi yang membanggakan diraih oleh Belitung, khususnya kreator/pencipta, koreografer dan penari maupun pembina dan pihak yang terlibat dalam kreasi Tarian Pendulang Timah Kolosal dalam even Festival Laskar Pelangi 2015. Tarian kolosal yang melibatkan 700 penari ini mendapat penghargaan (award) dari Yayasan Prestasi Anak Bangsa melalui Original Rekor Indonesia (ORI). Penghargaan ini diriah atas prestasi Tarian Pendulang Timah yang Dilakukan Penari Kolosal dengan di-Body Painting dengan Peserta Terbanyak.
Tarian ini merupakan ciptaan Andrea Hirata, yang selanjutnya dikoreografi oleh dua anak muda Belitong Widia dan Wulan dengan pembina Alek. Selain Tarian Pendulang Timah, ORI juga memberikan pengahrgaan kepada sejumlah pihak yang ikut menyukseskan FLP 2015, di antaranya Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, pihak sponsor, Media Parter termasuk Belitong Ekspres dan komunitas fotografi.
Pendiri Yayasan Prestasi Anak Bangsa Agung Elvianto mengatakan, ORI memberikan apresiasi kepada para pihak yang mensukseskan acara ini mulai awal hingga akhir. Dikatakan Agung, ia baru melihat festival spectakuler melalui sebuah karya orisinil putra daerah yang mampu menciptakan tarian kolosal yang unik dan beda.
“Di Indonesia baru ada di Belitung. Selama saya memberikan penghargaan di beberapa pulau se-Indonesia, untuk di Pulau Belitung yang luar biasa, tarian kolosal dengan body painting yang luar biasa banyaknya jumlah penari yang terlibat. Ini fenomenal,” ujar Agung kepada Belitong Ekspres, usai sesi Tari Pendulang Timah Kolosal di ajang FLP 2015, Sabtu (29/8) pekan lalu.
Dirinya berharap, kegiatan ini terus dilaksanakan rutin, minimal tiap tahun. Dia, optomis dengan adanya kegiatan FLP 2015 ini, Indonesia memiliki satu acara internasional pada saatnya nanti. “Saya yakin, FLP akan menjadi acara internasional karena kekuatan karakter para seniman dan kreator Belitung yang memiliki ciri khas tersendiri,” katanya.
Dirinya berharap, agar pemerintah daerah bisa mendukung adanya kegiatan ini dan menjadikannya agenda rutin tahunan. “Sehingga Belitong memilik tradisi, dan tradisi ini yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia serta wisatan asing melalui festival yang bisa dinikmati sebagai bentuk karya seni dan atraksi,” pungkasnya.
Menanggapi ini, Andrea Hirata kepada Belitong Ekspres mengatakan, dirinya hanya sebagai pencetus Tarian yang awalnya dari ide sederhana dan datang dari lingkungan sekitar. “Tarian yang sudah menjadi ikon Belitong ini menjadi luar biasa di tangan para koreografer Belitong seperti Widia dan Wulan serta Alek,’’ ucap Andrea, penulis Novel Laskar Pelangi yang kini novelnya sudah dialihbahasa ke 34 bahasa asing di dunia.(kin/agu)

Baca Juga:  PT Belitong Mandiri Kelola Sentra Kuliner Tanjungpendam
Rate this article!
Tags:
author

Author: