Tebang Kayu di HL, 3 Warga Ditangkap

by -2 views

*Barang Bukti Ratusan Kayu tanpa Dokumen Ikut Diamankan

foto A -atusan kayu saat diamankan di polres

Foto: Salah satu anggota Polres Belitung saat menunjukkan barang bukti papan kayu yang diamankan.

TANJUNGPANDAN- Ratusan keping papan kayu diduga ilegal diamankan di Polres Belitung di Hutan Lindung (HL) Belarak Sijuk, Minggu (13/4) akhir pekan lalu. Kayu olahan tanpa dokumen dan izin penebangan tersebut diamankan bersama ketiga pelaku bernama, Herri (34), Ahwan (35), Oop (37) yang masing-masing warga Aik Selumar Desa Air Seruk Kecamatan Sijuk.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres, ketiga pelaku ini diamankan saat menjalankan aksinya. Polisi yang mendapatkan informasi tersebut, langsung mendatangi pelaku dan memeriksa kelengkapan dokumen dan izin.

Saat diperiksa, mereka tidak memiliki dokumen dan izin. Mengetahui hal tersebut, polisi langsung mengamankan pelaku dan ratusan papan kayu berukuran tiga meter ini, ke Polres Belitung untuk penyidikan lebih lanjut.

KBO Reskrim Polres Belitung Iptu Karyadi seizin Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara membenarkan adanya penangkapan ini. Menurut Karyadi, pelaku dan ratusan papan kayu itu diamankan Minggu (12/4) lalu.

“Pelaku beserta barang bukti sudah kita amankan. Saat ini, ketiga pelaku masih dalam penyidikan,” ujar Iptu Karyadi kepada Belitong Ekspres, Senin (13/4) kemarin.

Sementara itu, dari pengakuan Ahwan dan Oop, mereka baru beberapa hari melakukan pekerjaan penebangan tersebut. Menurutnya, dia tidak mengetahui kalau pekerjaannya melanggar Undang-undang tentang perlindungan hutan.

“Kami berdua hanya sebagai kuli, dan bos kami adalah Hery. Kami baru beberapa hari bekerja,” ujar Ahwan didampinggi Oop kepada Belitong Ekspres, kemarin.

Terpisah, Hery mengatakan, ia juga mengakui semua perbuatannya. Dikatakan Hery, dia nekat melakukan penebangan kayu lantaran terpaksa. Menurutnya, dia menjalankan penebangan pohon ini belum lama.

“Kurang lebih seminggu kami melakukan pekerjaan ini. Untuk memotong kayu, saya gunakan mesin denso,” ujar Herry usai penyidikan kemarin.

Rencana ratusan papan kayu tersebut, akan dijual Hery ke Kampong-kampong. Dirinya menjual papan kayu tersebut per keping dihargai Rp 12 ribu. “Biasanya kami dapat uang Rp 800 ribu perhari dari penjualan kayu-kayu ini,” pungkasnya. (kin)