Teluk Norman Bebas TI Rajuk Camat Gantung Pastikan Sudah Dilakukan Pembongkaran

by -

GANTUNG- Setelah beberapa kali dilakukan pertemuan dan upaya preventif melalui himbauan, aktifitas tambang rajuk di kawasan Teluk Norman Desa Selinsing akhirnya dibongkar. Pembongkaran dilakukan langsung oleh pemilik dan pekerja tambang, Sabtu (13/2), sesuai batas akhir tenggat waktu yang disepakati.

Camat Gantung, Sayono mengatakan penertiban telah dilakukan dengan melibatkan pihak Kecamatan, Polsek Gantung, Kepala Desa dan perangkat Desa Selinsing.

“Saya turun langsung bersama pak Kapolsek ke lokasi TI rajuk. Dan memang begitu kita sampai disana, pembongkaran sudah mulai dilakukan oleh penambang,” ujar Sayono kepada Belitong Ekspres, Senin (15/2) kemarin.

Diakuinya, sempat ada dua unit ponton TI rajuk yang belum dibongkar tetapi setelah dilakukan pengecekan, ternyata memang akan dibongkar. Ia juga memastikan, seluruh penambang bersikap kooperatif dan membongkar peralatan mereka dengan sendirinya.

“Seluruh peralatan sudah dibongkar penambang dan dipastikan tidak ada lagi penambangan disana sesuai kesepakatan bersama. Hari itu juga langsung dibongkar,” jelas Sayono.

Ditambahkan Sayono, berdasarkan kesepakatan penambang diingatkan kembali untuk tidak menambang di sekitar sungai Lenggang maupun aliran sungai lainnya yang bermuara di sungai Lenggang.

“Kita tidak ingin disana ditertibkan, tapi ditempat lain masih ada aktifitas TI rajuk. Karena bagaimanapun alirannya kan semua ke Sungai Lenggang,” kata Sayono.

Menurutnya, penambang boleh menambang asalkan pada wilayah tambang yang diperkenankan. Terutama menghindari penambangan pada daerah yang dilarang.

“Silahkan menambang, urus izinnya dan jangan sampai mengganggu kepentingan orang banyak,” pesan Sayono.

Disinggung tindak lanjut pengawasan terhadap aktifitas TI rajuk di sungai, Sayono menegaskan akan melakukan pemantauan secara berkala yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Ia tidak ingin masyarakat terganggu dampak yang timbul akibat penambangan.

“Rencananya akan kita libatkan juga seluruh desa-desa yang ada aliran sungai mengarah ke Sungai Lenggang. Jangan sampai yang di sana tertibkan, muncul di tempat lain yang masih mengalir ke Sungai Lenggang,” kata Sayono.

“Kalau ada laporan dari masyarakat, kita tidak lagi menghimbau tapi akan langsung menyerahkan ke pihak berwajib untuk ditindak. Kan sesuai kesepakatan yang dibuat bersama,” tandasnya. (feb)