Tenaga Medis di Beltim Prioritas Vaksinasi Covid-19

by -
Tenaga Medis di Beltim Prioritas Vaksinasi Covid-19
Bupati Beltim, Yuslih Ihza.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Tenaga medis akan menjadi prioritas pertama menerima vaksin Covid-19 di Kabupaten Beltim. Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kesehatan, jumlah tenaga medis yang akan mendapat vaksin sebanyak 1.145 orang yang tersebar di RSUD, Puskesmas dan Klinik.

“Untuk Beltim pertama (prioritas vaksin) yang berjumlah 1145 orang tenaga medis dan ini sudah 100 persen tersedia. Vaksinasi akan dilakukan di Puskesmas, Rumah Sakit dan juga 4 klinik,” ungkap Bupati Beltim, Yuslih Ihza seusai mengikuti vicon bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan dan Kepala BNPB, Selasa (1/5).

Selain vaksinasi, Yuslih menyebutkan bahwa Menteri Dalam Negeri menekankan agar Desa ikut membantu penanggulangan Covid-19 dengan menggunakan Dana Desa.

“Penekanan dari Mendagri sesuai dengan arahan Kepala BNPB bahwa pertama itu disampaikan agar Desa juga bisa cara menggunakan dana penanggulangan covid. Kita kan punya uang melalui Dana Desa untuk memanfaatkan penanganan covid di Pustu (Desa),” jelasnya.

Selain itu, sosialisasi pencegahan Covid maupun vaksinasi menjadi prioritas yang harus dilakukan. Sebab vaksinasi bukan berarti menghentikan kebiasaan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).

“Menteri juga meminta agar dalam sosialisasi vaksinasi, dijaga benar jangan terjadi keributan soal siapa yang dapat vaksin atau belum. Sekaligus tetap jangan sampai kendor walaupun vaksin sudah diberikan dan tetap menjalankan protokol kesehatan,” kata Yuslih.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim Yulhaidir memastikan vaksinasi serentak akan dimulai pada tanggal 13 Januari 2021.

Untuk Kabupaten Beltim, Yulhaidir memastikan nama-nama tenaga medis sudah disampaikan kepada Kementerian dan menjadi prioritas penerima vaksin Covid-19.

“Beberapa regulasi memang dilihat dari tinjauan teknis mereka dalam waktu dekat ini pada tanggal 13 Januari rencananya Insya Allah akan dilakukan serempak di berbagai provinsi di seluruh Indonesia,” ujarnya usai mengikuti vicon bersama Bupati Beltim, Selasa (1/5).

Dikatakannya, vaksinasi bagi tenaga medis akan melibatkan fasilitator dari Provinsi dan tim Kabupaten yang ada di RSUD, 7 Puskesmas dan 4 klinik.

“Berkaitan dengan ini teknisnya kemungkinan bertahap, tidak mesti 1 hari (selesai) tapi bisa beberapa hari dalam waktu satu minggu,” katanya Yulhaidir.

Terkait prioritas vaksin bagi tenaga medis, Yulhaidir juga memastikan sosialisasi akan disampaikan secepatnya. Namun pada intinya, tenaga medis sudah mengetahui bahwa vaksin akan dimulai dari mereka.

“Secara utuh sih memang belum (disampaikan) tetapi diluar mereka (tenaga medis) sudah tahu kapan. Teknisnya kita sampaikan setelah mendapatkan petunjuk dari Wakil Menteri,” sebutnya.

Yulhaidir berharap vaksinasi dapat berjalan lancar sesuai target yang telah ditetapkan. Saat ini, vaksin yang akan dipergunakan pada tanggal 13 Januari sudah dikirim oleh Provinsi dan masing-masing Kabupaten menerima sejumlah data yang disampaikan. (msi)