Tentukan Komposisi Pengajuan Calon, PDIP Harus Punya Mitra koalisi

by -

MANGGAR – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah menetapkan tiga skema atau klusterisasi daerah-daerah dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015 mendatang.  Tiga kluster itu adalah daerah basis, daerah peperangan, dan daerah lawan.
”Dengan tiga kluster itu, pada umumnya Kabupaten Belitung Timur (Beltim) ditetapkan di kluster daerah peperangan yang hanya memungkinkan kita di nomor dua. Sekaligus kita buat mekanisme dalam menentukan mitra koalisi di pilkada,” ungkap Ketua DPC PDIP Beltim, Fezzy Oktolseja usai mengikuti kongres PDIP di Sanur Bali, baru baru ini.

Fezzy yang ditemui Belitong Ekspres, Selasa (14/4) kemarin, menjelaskan, untuk skema atau kluster pertama yakni daerah basis, sudah menjadi ketentuan harus mengusung kadernya di nomor satu.
Seperti yang terjadi di provinsi Papua saat ini karena hampir 80 persen kader PDIP duduk di DPRD. Sedangkan Klasifikasi daerah basis adalah daerah yang punya kursi DPRD di atas 20%, punya basis pemilih tradisional, dan incumbent adalah kader PDIP.

”Di Pilkada serentak 2015 ini Kabupaten Beltim masuk dalam kluster daerah peperangan adalah daerah yang punya kursi DPRD antara 20 persen dan wakil incumbent adalah kader. Jadi tidak semua Kabupaten/kota yang diusung calon Kepala daerahnya dari kader PDIP,” terangnya.

Kata dia, dalam skema yang ada di Kabupaten Beltim sudah tentu PDIP harus punya mitra koalisi untuk menentukan bagaimana komposisi pengajuan calon. “Untuk itu, dalam waktu dekat ini DPC PDIP Beltim akan membuka penjaringan Balon Pilkada mendatang,” katanya.

Saat ditanya siapa yang akan dicalonkan di Pilkada Beltim mendatang Fezzy tak banyak bicara. “Terkait Pilkada Beltim mendatang Sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Beltim, saya masih menunggu dari DPP dan DPD. Karena semua tergantung dari sana dan masih ada beberapa mekanisme yang akan diatur oleh DPP dan DPW nantinya,” paparnya.

Sejauh ini dikatakannya DPC PDIP Beltim pada Pilkada mendatang memang harus berkoalisi dengan partai lainnya, namun ungkapnya hingga  PDIP Beltim belum menunjuk partai mana yang kiranya bisa diajak berkoalisi. (feb)