Teo “Narkoba”Divonis Penjara 8,6

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Tambah Denda Rp 1 Miliar Subsider 1 Bulan Kurungan

TANJUNGPANDAN-Terdakwa, pengedar dan pemakai narkoba Stefan Theodorus alias Teo, akhirnya divonis Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Tanjungpandan 8,6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar susider 1 bulan kurungan. Keputusan ini diambil dalam sidang putusan di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Rabu (15/4) kemarin.
Sidang yang dibuka untuk umum ini dipimpin Hakim Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpandan Ronald Salnovari, didampinggi Hakim Anggota Andre Partogi dan Ferdinaldo. Sejumlah keluarga terdakdwa, termasuk istri nampak hadir dalam persidangan ini. Bahkan sang istri tak bisa menahan air mata ketika putusan vonis dibacakan hakim.
Selain Teo dihukum penjara selama 8,6 tahun, dia juga didenda sebesar Rp 1 miliar atau subsider kurungan 1 bulan. Putusan ini meringankan bagi terdakwa. Pasalnya, sebelumnya Teo dituntut Kejaksaan Negeri Tanjungpandan dengan 12 tahun penjara.
Putusan majelis hakim ini didasarkan pada terdakwa yang jelas-jelas dinilai bersalah oleh Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Dia terbukti secara sah melanggar  Primer Pasal 114 Ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

banner 1200x200

“Setelah kami menimbang akhirnya kita putuskan, terdakwa kita vonis 8,6 tahun penjara,” ujar Humas PN Tanjungpandna Andre Partogi usai persidangan, kepada Belitong Ekspres, Rabu (15/4) kemarin.
Hal-hal yang meringankan, lantaran terdakwa dalam persidangan berprilaku sopan, serta mengakui semua perbuatannnya. Selain itu, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga dan memiliki tangunggan. “Namun hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa melanggar program pemerintah tentang darurat narkoba. Dan akibat perbuatannya membuat masyarakat resah,” kata Andre, didampinggi Hakim Anggota Ferdinaldo.
Setelah Majelis Hakim membacakan putusan tersebut, pihak keluarga yang diwakili pengacara Iwan Praha SH menyatakan pikir-pikir. Hal, senada juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tanjungpandan Ricky SH, dirinya juga memilih pikir-pikir mengenai putusan hakim.

“Kita beri waktu mereka satu minggu, untuk menentukan sikap. Hakim memberi dua pilihan, yakni banding atau tidak. Jika dalam waktu seminggu mereka (terdakwa,Red) tidak memberikan keputusan, maka putusan ini sudah memiliki kekuatan hukum tetap,” pungkasnya.

Sementara itu, JPU Kejaksaan Negeri Tanjungpandan Ricky SH seizin Kajari Tanjungpandan Nova Elida Saragih mengatakan, dirinya enggan berkomentar banyak mengenai alasan pikir-pikir ini.

“Tuntutan awal yang kami berikan 12 tahun penjara. Artinya, sepertiga dari 12 yakni 9 tahun. Maka dari itu, kami memilih untuk pikir-pikir dalam mengambil keputusan,” ujar JPU Kejari Tanjungpandan ini. (kin)

Rate this article!
author

Author: