Teori Menyebutkan Bahasa Melayu dari Sumatera

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Benarkah, Bahasa Melayu Belitong Berasal dari Riau?

Melihat banyak kesamaan Bahasa Belitong dengan beberapa daerah seperti Malaysia, Kalimantan dan Riau, hingga kini menjadi tanda tanya bagi masyarakat Belitong.  Sebagai masyarakat Belitong,  pasti terbersit dari mana asal bahasa ini.
Berdasarkan kondisi demikian, sangat jelas berarti dahulu rumpun Bahasa Melayu ini pasti berasal dari sebuah tempat. Lalu dari mana asal muasal Bahasa Melayu Belitong?
Menurut penjelasan dari pemerhati sejarah dan budaya Belitong  Salim Yan Albert  Hoogstad (Salim YAH), Bahasa Melayu Belitong banyak berkaitan dengan Pulau Kalimantan.
Jika melihat kesenian Belitong, yang pusatnya di daerah Belantu Membalong, banyak kesamaan dengan daerah Mempawa di Kalimantan Barat. Salah satu buktinya, Kerajaan Luday yang berasal dari Mempawa. Kerajaan Luday menurunkan raja seperti Datuk Achmad yang berkuasa sekitar tahun 1705-1741.
Melayu Belitong masuknya dari Tanjungpinang  Riau ke Kalimantan Barat baru ke Belitong. Maka itu, ada kesamaan dari bahasa dan kesenian. Bahasa jelas bahasa yang sama, Melayu Belitong memang dari Kalimantan yang sebelumnya dari Riau. Beda dari Bangka karena letaknya dekat Palembang.

banner 1200x200

Ia menyebut bahwa Bahasa Melayu, sebelumnya masuk ke Belitong dari Kalimantan. Lebih dulu berasal dari Tanjungpinang  Kepulauan Riau. Ia menyebut pusat Bahasa Melayu berasal dari Kepulauan Riau. Lantas, Bahasa Melayu menyebar ke utara dan selatan terutama di wilayah pesisir hingga ke Madagaskar.

Ada kemungkinan Bahasa Melayu berkembang  dengan pusatnya di Riau Tanjungpinang . Karena itu, di sini banyak syair Melayu. Dari sana masuk ke pesisir Sumatera. Kemudian menyebar ke Kalimantan dan akhirnya masuk Belitong.

Baca Juga:  Revolusi Digital, dan Upaya Mengendalikan Inflasi

Dugaan tersebut semakin kuat ketika pada tahun 1950-an, Bangka Belitung dan Riau yang disingkat Babiri  hendak memisahkan diri membentuk provinsi sendiri. Kepulauan Riau saat itu ingin memisahkan diri dari Riau Pekanbaru, sementara Bangka Belitung ingin memisahkan diri dari Sumatera Selatan. Alasan pembentukan provinsi Babiri karena ketiga daerah ini memiliki budaya dan kesenian yang  bisa dikatakan hampir sama.

Jadi, masih menurut  Salim YAH, ada ikatan secara emosional baik bahasa maupun latar belakang budaya. Tapi, jika bahasa, untuk Bahasa di Belitong lebih dekat ke Tanjungpinang daripada Bangka.
Sementara itu, terkait dengan keberadaan Suku Sawang  menurut Salim YAH, bukan suku asli Belitong. Bahasanya berbeda meski ada kesamaan bahasa sedikit dengan Bahasa Melayu. Suku Sawang berasal dari Luzon Filipina. Suku Sawang berlayar dari sana mendiami daerah pesisir dan tinggal di atas perahu.
Sementara Pendiri Komunitas Telinsong Budaya Fhitrorozi menjelaskan, Bahasa Melayu Belitong pada perjalanannya banyak pengaruh dari bahasa lain. Misalnya pengaruh dari Bangsa Eropa dan pedagang- pedagang dari China. Menurutnya, ada beberapa bahasa yang berasal dari bahasa pedagang. Kemudian Bahasa Melayu juga identik dengan Islam, makanya banyak istilah Melayu yang dipengaruhi oleh Arab Gundul.
Berdasarkan http://id.m.wikipedia.org, dalam pengertian awam, istilah Bahasa Melayu mencakup sejumlah bahasa yang saling bermiripan yang dituturkan di wilayah Nusantara dan di Semenanjung Melayu. Sebagai bahasa yang luas pemakaiannya, bahasa ini menjadi bahasa resmi di Brunei, Indonesia (sebagai Bahasa Indonesia), dan Malaysia (juga dikenal sebagai Bahasa Malaysia); bahasa nasional Singapura; dan menjadi bahasa kerja di Timor Leste (sebagai Bahasa Indonesia).
Bahasa Melayu merupakan lingua franca dalam kegiatan perdagangan dan keagamaan di Nusantara sejak abad ke-7. [1] Migrasi kemudian juga turut memperluas pemakaiannya. Selain di negara yang disebut sebelumnya, Bahasa Melayu dituturkan pula di Afrika Selatan, Sri Lanka, Thailand Selatan, Filipina Selatan, Myanmar Selatan, sebagian kecil Kamboja, hingga Papua Nugini. Bahasa ini juga dituturkan oleh penduduk Pulau Christmas dan Kepulauan Cocos, yang menjadi bagian Australia.

Baca Juga:  BIROKRASI, POLITIK DAN DEMOKRASI

Dari segi linguistik, kini ditentukan suatu rumpun bahasa Melayu yang terdiri dari 45 bahasa.
Catatan tertulis pertama dalam Bahasa Melayu ditemukan di pesisir tenggara Pulau Sumatera, di wilayah yang sekarang dianggap sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya. Istilah “Melayu” sendiri berasal dari Kerajaan Malayu yang bertempat di Batang Hari, Jambi.  Akibat penggunaannya yang luas, berbagai varian bahasa dan dialek Melayu berkembang di Nusantara.

Ada tiga teori yang dikemukakan tentang asal usul penutur bahasa Melayu (atau bentuk awalnya sebagai anggota bahasa-bahasa Dayak Malayik). [2] Hudson (1970) melontarkan teori asal dari Kalimantan, berdasarkan kemiripan bahasa Dayak Malayik (dituturkan orang-orang Dayak berbahasa Melayu) dengan bahasa Melayu Kuna, penuturnya yang hidup di pedalaman, dan karakter kosa kata yang konservatif. [3]Kern (1888)  beranggapan bahwa tanah asal penutur adalah dari Semenanjung Malaya dan menolak Kalimantan sebagai tanah asal.
Teori ini sempat diterima cukup lama, karena sejalan dengan teori migrasi dari Asia Tenggara daratan,  hingga akhirnya pada akhir abad ke-20 bukti-bukti linguistik dan sejarah menyangkal hal ini (Adelaar, 1988; Belwood, 1993). Lantas ada lagi  teori asal dari Sumatera yang menguatkan berdasarkan bukti-bukti tulisan. (ade)

Tags:
author

Author: