Terancam Punah, Cempedik Kini Mulai Dibudidayakan

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

Terancam Punah, Cempedik Kini Mulai Dibudidayakan

belitongekspres.co.id, MANGGARIkan Cempedik merupakan spesies Osteochilus spilurus, jenis ikan lokal yang saat ini keberadaannya terancam punah. Habitat asli ikan Cempedik di Sungai Lenggang terganggu tambang rajuk mau pun aktifitas lainnya.

Memahami kondisi tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Beltim mencoba membudidayakan ikan herbivora dengan tipe plankton feeder ini sejak awal tahun 2019.

“Yang lagi kami domistikasi istilahnya penjinakan adalah ikan Cempedik,” ujar Suparman selaku Kabid Pemberdayaan Usaha Kecil Pengelolaan Pembudidaya Ikan (PUKPPI), Senin (9/9) kemarin.

Dikatakan Suparman, budidaya ikan Cempedik dilakukan oleh Balai Benih Ikan, Desa Mempaya. Mengingat ikan yang berciri titik hitam pada pangkal ekor ini agak berbeda dengan ikan budidaya lainnya, maka proses domistikasi dilakukan terpisah.

“Untuk ikan Cempedik, kami akan kembangkan sendiri. Karena beberapa waktu lalu tidak mendapat lahan di Lintang jadi dilakukan di BBI,” kata Suparman.

Baca Juga:  Malang Ibu ini, Usai Tabrakan Lalu Tertindih Motor yang Terbakar

Saat ini, proses domestikasi Cempedik mulai menunjukkan tanda-tanda cukup signifikan. Beberapa indukan cukup adaptif terhadap habitat baru yang dibuat dari akuarium.

“Sekarang untuk perkembangan ikan cempedik sudah cukup bagus. Kawan-kawan di Balai mengakui bahwa kami sudah berhasil melakukan domestikasi beberapa induk cempedik yang bertahan,” sebut Suparman.

Suparman berharap, ikan Cempedik yang sudah menjadi identitas lokal akan mampu bertahan dan bertahap dikembangbiakkan. Menurut dia, kalau sudah punya benih cempedik akan mudah melakukan restoking dan disebar ke masyarakat.

“Cuman untuk menciptakan ini kan panjang, karena dari alam. Kita coba pindahkan ke akuarium, coba sesuaikan perlakukannya. Nah perlakuan ini yang sedang diberikan pada ikan Cempedik,” jelasnya.

Suparman mengaku, budidaya ikan Cempedik setidaknya membutuhkan waktu 3 tahun. Karena ikan Cempedik termasuk ikan alam yang memiliki siklus tertentu dalam satu tahun.

Baca Juga:  Sungai Tebat Rasau Kering, Pintu Bendungan Pice Harus Kembali Ditutup

“Itu paling cepat, mungkin 3 tahun karena tidak gampang untuk mengembangbiakkannya, ikan alam yang kita lakukan seperti ikan budidaya. Yang pastinya, bagaimana biar indukan biar cepat bertelur dan dipijah,” kata Suparman.

Selain ikan Cempedik, Dinas Perikanan juga melakukan budidaya ikan Gabus atau Mengkawak. Untuk jenis ikan Gabus, Dinas Perikanan bekerjasama dengan Pemerintah Desa Lalang yang sudah melakukan budidaya sejak setahun lalu.

“Untuk ikan Gabus, mereka (Desa Lalang) yang melaksanakan dan kita hanya memantau saja sejauh mana perkembangannya. Dipilihnya Desa Lalang karena sejak tahun sudah mengembangkannya menggunakan Dana Desa, ada pelatihan budidaya ikan gabus,” ujar Suparman.

“Kami nimbrung disana, nantinya ada semacam sarana pembenihan. Istilahnya hatcery kecil-kecilan. Sarana prasarananya kita pinjamkan terlebih dahulu dan bisa dimanfaatkan oleh mereka untuk pemijahan,” tandasnya.

(Muchlis Ilham | belitongekspres.co.id)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply