Terbukti Jual Minol Tanpa Izin, 2 Penjual Minol Divonis Denda

by -
Terbukti Jual Minol Tanpa Izin, 2 Penjual Minol Divonis Denda
Anggota Polres Belitung saat menyerahkan barang bukti minol ke pengadilan Negeri Tanjungpandan.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Ratna (34) dan Rusdi (37) penjual minuman beralkohol (minol) tanpa izin divonis denda oleh Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan, saat sidang tindak pidana ringan (Tipiring), Senin (15/3) kemarin.

Ratna divonis untuk membayar denda Rp 1, 5 juta, atau kurungan satu bulan penjara. Sedang Rusdi didenda Rp 3 juta, atau kurungan selama dua bulan penjara. Mereka berdua pun menyatakan menerima vonis tersebut.

Sebab, dalam kasus ini, keduanya terbukti melanggarnya Pasal 41 Perda Kabupaten Belitung nomer 5 tahun 2014 tentang ketertiban umum. Yakni menyimpan dan menjual minuman beralkohol tanpa izin.

Sebelum adanya putusan tersebut, Jajaran Sabhara Polres Belitung menangkap wanita dan pria saat melakukan razia di dua tempat berbeda. Yakni di tempat Ratna, yang berada di warung kawasan Sibuk, Tanjungpandan, (16/2) malam lalu.

Di tempat tersebut, polisi mengamankan 28 botol minol dengan merek yang berbeda. Saat dilakukan pengecekan perinzinan, yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan dokumen tentang izin menjual  minol itu.

Di hari yang sama, Polres Belitung juga mengamankan Rusdi di toko kawasan Jalan Diponegoro, Tanjungpandan. Di tempat tersebut, polisi mendapati sebanyak 53 botol minol berbagai jenis merek. Saat dilakukan pemeriksaan, Rusdi tidak dapat menunjukkan perinzinan penjualan.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Tanjungpandan Rino Adrian Wigunadi mengatakan, sidang tipiring ini dipimpin oleh hakim tunggal Beni Wijaya. Dalam hal ini, penyidik Polres Belitung telah menyerahkan tersangka dan barang bukti ke PN untuk disidangkan. Setelah disidangkan, keduanya mengakui barang bukti minol milik mereka.

 “Sehingga Hakim menjatuhkan hukuman denda bagi para terdakwa. Untuk Ratna didenda Rp 1,5 juta. Sedangkan Rusdi didenda Rp 3 juta. Jika tidak mampu membayar akan diganti kurungan penjara. Menanggapi putusan ini keduanya menyatakan menerima dan bersedia untuk membayar denda tersebut,” ungkap Rino.

Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Belitung Iptu Abdul Haris mengatakan, setelah sidang ini pihaknya tetap rutin menggelar patroli di wilayah Belitung. Targetnya adalah pemuda maupun penjual miras yang ada di warung maupun di jalan.

“Menjelang bulan Ramadhan, kita akan terus lakukan patroli. Bahkan saat ini, hampir setiap hari kita lakukan patroli. Kita menghimbau kepada masyarakat, agar tidak menjual miras tanpa izin. Jika masih kita temukan, akan kita tindak,” katanya. (kin)