Terduga Teroris yang Ditangkap di Beltim Diduga Terlibat Jaringan JAK

by -
Terduga Teroris yang Ditangkap di Beltim Diduga Terlibat Jaringan JAK
Kapolda Babel Irjend Anang Syarif Hidayat.

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Penangkapan 2 terduga teroris di Bangka Belitung (Babel), akhirnya diakui Kapolda, Irjend Anang Syarif Hidayat. Dikatakannya, penangkapan keduanya dilakukan langsung oleh Densus 88, dan Polda hanya backup saja.

”Jadi Polda itu hanya bersifat membackup saja. Yang nangkap Densus 88,” kata Anang kepada Babel Pos (Grup Belitong Ekspres) usai peresmian lapangan tembak Presisi di Mapolda Bangka Belitung, Senin (8/2 kemarin.

Ada 2 orang yang diringkus Densus 88 pekan lalu. Pertama, pria bernama Kirdi alias Satria Amru (38), seorang laki-laki warga RT 17 Dusun Bukit Setiong Makmur Desa Lilangan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Ia diringkus Kamis (4/2).

Kirdi merupakan warga pendatang dari Jawa Tengah diduga terlibat dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK). Di Beltim sana, ia merupakan pendatang sejak 2018. “Jadi oleh Densus dia ditangkap di kediamannya di Dusun Sinar Sentiong, Desa Lilangan pada Kamis lalu (4/2),” kata Anang.

Pria kelahiran 1982 itu ditangkap karena diduga terlibat langsung serangkaian terorisme di Solo dan Yogyakarta beberapa tahun silam. Dia pindah ke Babel sebagai pelarian atas kejaran Densus. “Jadi dia itu sembunyi di Bangka Belitung ini. Hingga akhinya tercium tim Densus lalu ditangkap,” ungkapnya.

Sehari kemudian atau Jumat (5/2), pria bernama Rian Gunedi (RG) tinggal di RT 5 Dusun Temberan Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, juga diciduk oleh aparat berseragam sama dengan yang meringkus Kirdi.

Di kediaman Rian Gunedi Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri berhasil menyita sebilah pedang, busur panah dan buku-buku terkait radikalisme. “RG adalah simpatisan ISIS. Dia aktif di media sosial mengkampanyekan gerakan radikal. Misalnya bagaimana membuat bom dan perang di Syria,” sebut jenderal 2 bintang itu.

“Saat ini keduanya menjalani pemeriksan selama 7 hari masa pemeriksaan. Nanti setelah 7 hari akan lebih jelas dan lebih clear tentang yang bersangkutan. Kita tunggu hasil pemeriksaannya dan akan kita informasi kan kembali,” janji Kapolda.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 13 A dan pasal 15 UU No 5 tahun 2018 tentang tindak pidana terorisme dengan ancaman 5 tahun penjara. Adapun bunyinya setiap orang yang memiliki hubungan dengan organisasi terorisme dan dengan sengaja menyebarkan ucapan, sikap atau perilaku, tulisan, atau tampilan dengan tujuan untuk menghasut orang atau kelompok orang untuk melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan yang dapat mengakibatkan tindak pidana terorisme dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun.

Bagaimana Keamanan Babel?

Pasca penangkapan 2 terduga teroris, kondisi Kamtibmas di Bangka Belitung (Babel) tetap kondusif. Dengan demikian menurutnya tidak ada penekanan khusus terhadap keamanan di Babel dan berjalan seperti biasanya tetap normal dan situasi Kamtibmas tetap kondusif. “Tidak ada yang gejolak apapun. Semuanya kondusif,” sebutnya.

Anang menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan lakukan aktivitas seperti biasanya tidak perlu ditakutkan pasca penangkapan ini. Jenderal bintang 2 ini juga meminta kepada masyarakat terutama aparat RT dan Kelurahan/Desa agar peduli dengan lingkungan masing-masing.

“Bilamana menemukan hal-hal mencurigakan di lingkunganya agar senantiasa waspada. Lalu melaporkan kepada pihak berwajib,” harapnya.

Sementara itu kepada warga pendatang dia juga berharap agar untuk segera melaporkan diri kepada perangkat desa. Begitu juga dengan perangkat setempat supaya senantiasa mendata setiap pendatang yang masuk ke lingkungan masing-masing. (eza/dny)