Terjadi KDRT Jangan Takut Melapor

by -

*Politisi PAN Rostika, Prihatin Tingginya Kasus Perempuan

MANGGAR – Tingginya angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, mendapat perhatian khusus dari anggota DPRD Beltim, Rostika Yuniarti. Berdasarkan data unit pelayanan terpadu Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Beltim menyebutkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 568 laporan.
“Sangat miris mengetahui tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak terkait,” ujar Rostika saat berbincang dengan Belitong Ekspres, Kamis (25/3) di Gedung DPRD Beltim.
Rostika yang juga politisi PAN menjelaskan, perempuan yang kebanyakan berstatus ibu rumah tangga harus diberikan pemahaman yang baik, agar tidak selalu menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga KDRT.
“Kalau terjadi KDRT Jangan takut melapor. Memang kendalanya, seringkali pertengkaran di rumah tangga dianggap membuka aib. Sementara, kalau dilaporkan, orang hanya bisa prihatin,” pinta Rostika.
Menurutnya, sikap pembiaran akan membuat posisi perempuan semakin tertindas oleh perlakuan suami atau pasangan. Bahkan terkadang, memanfaatkan kelemahan perempuan, pasangan menjadi merasa sebagai pihak yang paling benar.
“Tetap tidak boleh dibiarkan, nanti suami malah bisa semakin tidak peduli. Biarkan itu menjadi efek jera agar jangan terulang pada diri sendiri maupun orang lain,” pesan Rostika.
Sebelumnya, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Beltim, mengungkapkan kasus yang paling banyak terjadi di Beltim adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Disusul kasus penelantaran anak, perkosaan, pelecehan hingga mempekerjakan anak dibawah umur.
“Penegak hukum harus juga diberikan pengertian agar masalahini tidak selalu terjadi. Lakukan sosialisasi kepada perempuan agar hal tersebut bisa dihindari. Termasuk kekerasan psikis dan fisik terhadap anak.
Karena itu, orang tua jangan pernah bertengkar di depan anak-anak, memukul anak akan membuat kejiwaan anak terganggu sampai tua dan trauma berpanjangan. Perempuan yang menjadi ibu rumah tangga juga harus tahu situasi dan kondisi suami.
Menanggapi soal pemberdayaan perempuan, Rostika yang duduk di komisi III DPRD Beltim menyadari bahwa perempuan perlu mendapat bekal keterampilan yang memadai. Apalagi ditengah kondisi ekonomi yang relatif tidak menentu, peran perempuan bukan hanya semata-mata urusan dalam rumah tangga.
“Jangan pula hanya tahu urusan masak, mencuci dan urus anak. Tapi perlu juga belajar keterampilan yang bisa membantu ekonomi keluarga. Sebab saat ini, kebutuhan semakin meningkat dan ini memerlukan kebersamaan dalam keluarga untuk membangun ekonomi,” tandasnya. (feb)