Terkait Kasus Rentenir Catut Anggota TNI, Polisi Segera Periksa A

by -
Terkait Kasus Rentenir Catut Anggota TNI, Polisi Segera Periksa A
Ilustrasi.

Agus: Itu Bersifat Pribadi…

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Satreskirim Polres Belitung dalam waktu dekat akan memeriksa wanita berinisial A, yang diduga sebagai rentenir terlapor kasus perbuatan tidak menyenangkan. Yakni mencatut nama anggota TNI berinisial HI dalam menakut-nakuti nasabahnya.

Kasatreskrim Polres Belitung AKP Chandra Satria Adi Pradana mengatakan, laporan terkait masalah tersebut sudah masuk di mejanya. Saat ini beberapa orang sudah dilakukan pemeriksaan.

“Laporan tersebut sudah kita terima. Rencananya dalam waktu dekat kita akan lakukan pemeriksaan terhadap terlapor wanita berinisial A,” kata AKP Chandra kepada Belitong Ekspres, Selasa (25/8).
Ketika disinggung mengenai kasus yang dilaporkan, AKP Chandra masih enggan berkomentar. Menurutnya, saat ini jajarannya fokus pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait kasus tersebut.

“Sementara masih sebatas delik aduan. Belum bentuk resmi Laporan Polisi (LP). Meski begitu kita tetap lakukan penyelidikan,” ungkap pria penghobi olahraga bersepeda ini.

Sementara itu, Pasi Intel Kodim 0414 Letda Agus membenarkan anggota TNI yang melaporkan kasus tersebut merupakan prajurit Kodim 0414 Belitung. Meski begitu, dalam kasus yang menghebohkan publik Belitung ini tidak ada kaitannya dengan instansi yang menaunginya. Katanya, Dia (HI), melaporkan kasus ini secara pribadi.

“Kami sudah mengetahui kasus tersebut. Namun, dalam kasus ini tidak ada kaitannya dengan kodim. Dia melaporkan secara perorangan,” terang pria yang akrab disapa Mayor ini.

Sebelumnya, lima orang wanita dan satu anggota TNI berinisial HI mendatangi Polres Belitung, Senin (24/8). Mereka melaporkan atas perbuatan tidak menyenangkan, yang dilakukan oleh salah satu rentenir berdomisili di Tanjungpandan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini berawal saat kelima wanita ini satu persatu, hutang uang kepada rentenir tersebut. Dengan bunga beberapa persen yang telah disepakati.

Namun pada saat hari H, wanita ini belum memiliki uang untuk membayar hutang maupun bunganya. Akhirnya, sang rentenir ini menakut-nakuti sang penghutang dengan mengatasnamakan salah satu orang TNI yang bertugas di Belitung.

Tidak hanya itu, bahkan kabarnya rentenir ini juga merampas motor milik si penghutang, gara-gara belum membayar. Lagi-lagi pada saat mengambil motor ini, si rentenir diduga mencatut nama anggota TNI itu. (kin)