Terkait Kasus Timah Kadar Rendah, Pejabat PT Timah Tbk Diperiksa Pidsus Kejati Babel

by -
Terkait Kasus Timah Kadar Rendah, Pejabat PT Timah Tbk Diperiksa Pidsus Kejati Babel
Ali Samsuri Saat Datang ke Kejati Babel, Kemarin.

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Jajaran pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, mulai intensif mengusut kasus jual beli timah kadar rendah. Salah satu yang diperiksa kemarin (9/6) adalah Kepala Unit Penambangan Laut Bangka (PLB) PT Timah Tbk, Ali Samsuri.

Ali terlihat hadir di Kejaksaan sekitar pukul 10.00 WIB. Lalu masuk ke gedung Kejaksaan Tinggi dengan terlebih dahulu melewati pemeriksaan petugas. Nampak terlihat lagi saat Ishoma, lalu dilanjutkan pemeriksaan hingga sore hari.

Namun sayang, Ali Samsuri saat disamperin wartawan lebih memilih tidak berkomentar atas kasus tersebut. Dia meminta wartawan untuk langsung menghubungi Humas PT Timah.

Ali Samsuri sendiri salah satu pejabat PT Timah yang tercatat telah beberapa kali diperiksa oleh penyidik Pidsus. Seperti saat awal lalu dia juga telah bolak-bolak diperiksa oleh tim penyelidik.

Seperti yang sudah pernah diberitakan, sejak 29 Mei 2020 penanganan perkara dugaan korupsi oleh Pidsus Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung atas pembelian biji timah kadar rendah oleh PT Timah Tbk yang tidak sesuai ketentuan resmi naik ke penyidikan. Kajati Ranu Miharja menyatakan, naiknya status ke penyidikan ini sebagai upaya untuk mencari alat barang bukti, sekaligus untuk menetapkan tersangka.

“Kalau diproses penyelidikan saya sudah menetapkan tersangka atau bersama-sama ketika naik proses penyelidikan itu ke penyidikan berarti dianggap saya melanggar hukum. Bagaimana mungkin kita bisa menetapkan tersangka sementara alat buktinya belum di temukan,” kata Ranu Miharja waktu itu.

“Kalau sudah ada 2 alat bukti otomatis nanti akan ditemukan tersangkanya. Dari proses penyelidikan ke penyidikan itu untuk mencari peristiwa. Apakah peristiwa saat itu peristiwa pidana atau bukan ternyata ada peristiwa pidana, makanya dinaikan ke penyidikan,” ujar mantan Direktur Penuntutan KPK itu hati-hati.

Dia katakan tim penyidik yang dikomando olehnya akan bekerja profesional dan penuh integritas. Maka dari itu dia berharap agar masyarakat dapat memberikan dukungan penuh. “Oleh karena itu tolong sama-sama kita jaga, biarkan penyidik bekerja sebagaimana yang diharapkan masyarakat tentunya bekerja sesuai dengan koridor hukum. Jangan sampai menegakkan hukum dengan cara melawan hukum, biarkan proses berjalan beri kesempatan kepada penyidik untuk bekerja sebaik-baiknya,” tukasnya.

Sementara itu, data yang diperoleh Babel Pos (Grup Belitong Ekspres) menyebutkan, kasus ini akan menyasar juga ke kalangan kolektor timah yang ada di Bangka Belitung (Babel). Jika sebelumnya saat tahap penyelidikan, kalangan kolektor baru sebatas ‘ditanya’, maka berikutnya adalah pemeriksaan dalam kapasitas saksi dulu.

Dari data yang pernah diperoleh Babel Pos, salah satu kolektor yang pernah ‘ditanya’ itu adalah Agustino aliat Agat. Nama kolektor asal Bangka Barat yang satu ini sempat mencuat karena sempat menimbulkan konflik di kalangan jurnalis. Di sisi lain, Kajati Ranu Miharja sendiri mengakui kalau Agat adalah satu satu kolektor yang memang pernah ‘ditanya’.

Kooperatif dan Hormati Proses Hukum

Sementara itu, pihak PT Timah Tbk sendiri, menyatakan kooperatif terhadap pemanggilan yang dilaksanakan Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung terkait dugaan tindak pidana. Saat ini, proses hukum sedang berjalan dan PT Timah Tbk terus kooperatif untuk menjalani proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk memberikan informasi yang dibutuhkan tim Kejaksaan Tinggi.

Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengkonfirmasi terkait ada beberapa karyawan timah yang dimintai keterangan. Namun, pihaknya tetap menerapkan asas praduga tak bersalah bagi karyawan yang dimintai keterangan lantaran masih dalam proses.

“Ya benar ada karyawan kita yang dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait perkara ini dan kita kooperatif memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Babel. Kita menghormati proses hukum yang berjalan yang sesuai dengan aturan perundang-undangan,” ujarnya, Selasa (9/6).

Anggi menyebutkan, Perusahaan akan mengikuti dan medukung proses hukum yang dilakukan oleh Kajati Babel. Pihaknya, juga secara internal memberikan pendampingan bagi karyawan yang mendapatkan panggilan sebagai saksi terkait perkara ini. PT Timah Tbk akan tetap menghormati proses hukum yang berjalan.

“Untuk kehadiran karyawan memberikan keterangan sebagai saksi. Kita kooperatif dan mengutamakan asas praduga tak bersalah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Anggi menyampaikan PT Timah sebagai perusahaan negara dalam menjalankan proses bisnisnya mengedepankan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Pihaknya, berharap masyarakat juga dapat memahami dan menghormati proses hukum yang berjalan.

“Beberapa karyawan yang dipanggil ini kan sebagai saksi yang dimintai keterangan, jangan pula kita langsung membuat praduga mereka ini bersalah. Kita tetap menerapkan asas praduga tak bersalah dan mereka telah taat hukum mengikuti proses berjalan,” tutupnya.(eza/aka/rel)

Editor: Yudiansyah